IMF Akui Lambannya Pertumbuhan Ekonomi Dunia

Ketua komite pertemuan IMF, Menteri Keuangan Singapura Tharman Shanmugaratnam (kiri) mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi dunia saat ini lebih baik dibanding enam bulan lalu (foto: Dok).

Para menteri keuangan dunia mengimbau percepatan laju reformasi untuk membangun kembali kepercayaan pada saat pertumbuhan ekonomi tersendat.
Setelah dua hari pembicaraan, para pemimpin Dana Moneter Internasional mengeluarkan komunike yang mengakui pertumbuhan ekonomi melamban, di tengah-tengah risiko dan ketidakpastian.

Ketua komite pertemuan IMF, Menteri Keuangan Singapura Tharman Shanmugaratnam, mengatakan situasi itu membaik dibanding awal tahun ini.

“Kita berada dalam posisi yang lebih baik sekarang daripada enam bulan lalu. Situasinya masih sulit. Masih ada risiko menurun lagi, dan khususnya, kita semua benar-benar mengakui adanya kemungkinan risiko menurun lagi. Kondisi keuangan yang sulit di Amerika dan ketidakpastian mengenai bagaimana masalah itu akan diatasi merupakan ketidakpastian utama yang berdampak pada seluruh dunia. Masalah itu berdampak besar,” tegasnya.

Jika Kongres Amerika tidak segera bertindak menjelang akhir tahun ini, pemangkasan belanja dan kenaikan pajak akan berlaku secara otomatis.

Menteri Keuangan Amerika Timothy Geithner mengakui kepada para menteri keuangan lainnya, Amerika telah membuat kemajuan, tetapi masih banyak lagi yang harus dilakukan untuk membuat urusan fiskal kembali normal. Komentarnya di Tokyo dilontarkan beberapa jam setelah Pemerintah Amerika mengumumkan defisit anggaran di atas satu trilyun dolar selama empat tahun berturut-turut.

Kekecewaan juga disampaikan para menteri keuangan lainnya sehubungan dengan lambatnya reformasi utang di Eropa.

Satu-satunya ketidaksepakatan yang muncul secara luas dari sidang-sidang itu berkenaan dengan berapa lama waktu yang dibutuhkan negara-negara bermasalah, seperti Yunani, untuk memangkas anggaran, dan apakah kelonggaran moneter untuk mendorong lebih banyak bank memberi kredit akan menggoyahkan pasar sekaligus gagal mencegah resesi.

Direktur Pelaksana IMF Christine Laragde mengatakan tidak keberatan dengan rekomendasi-rekomendasi yang diberikan kepada negara-negara anggota.

“Menurut saya ada konsensus umum bahwa tindakan bersama akan memberikan hasil,” ujarnya.

Namun, Agenda Kebijakan Global Lagarde, yaitu pernyataan tertulis yang dikeluarkan hari Sabtu, kedengarannya suram dipenuhi pernyataan kekecewaan. Agenda itu menyebut kemajuan kecil dalam mengatasi masalah utang yang terkatung-katung dan sistem keuangan lemah dan mengatakan kepercayaan belum pulih karena ketidakpastian yang terus berlangsung mengenai kebijakan-kebijakan kunci.

Komite pembangunan bersama gubernur-gubernur IMF dan Bank Dunia menyampaikan keprihatinan bahwa krisis keuangan “berarti hanya ada sedikit lapangan kerja tersedia sementara yang dibutuhkan adalah jutaan.” Komite itu juga mengimbau bank agar meningkatkan kerjasama dengan badan-badan lain dan para donor untuk mendobrak lingkaran bantuan darurat bagi kawasan Sahel di Afrika, di mana kelaparan mengancam nyawa 19 juta orang dan stabilitas kawasan itu.

Bagi kelompok kurang beruntung di negara-negara miskin, IMF mengumumkan akan memberi lebih dari satu milyar dolar dari hasil penjualan emas bagi pinjaman-pinjaman dengan tingkat bunga rendah.