Ilmuwan Militer Nuklir Iran Tewas Dibunuh

Sebuah gambar yang disediakan oleh situs web Pemimpin Tertinggi Iran pada 27 November 2020, menunjukkan ilmuwan Mohsen Fakhrizadeh selama pertemuan dengan pemimpin tertinggi Iran, 23 Januari 2019. (Foto: Reuters)

Pihak berwenang mengatakan seorang ilmuwan Iran, Mohsen Fakhrizadeh, yang disebut oleh Barat sebagai pemimpin program nuklir militer Republik Islam tewas dibunuh. Ia tewas dalam sebuah penyergapan di pinggiran Teheran, Jumat (27/11).

Associated Press, Sabtu (28/11), melaporkan menteri luar negeri Iran menuduh pembunuhan Mohsen Fakhrizadeh mengandung "indikasi serius" atas peran Israel, tetapi tidak menjelaskan lebih lanjut. Israel, yang lama diduga membunuh beberapa ilmuwan nuklir Iran pada satu dekade lalu, menolak berkomentar. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pernah mengatakan kepada publik untuk "mengingat nama itu" ketika berbicara tentang Fakhrizadeh.

BACA JUGA: IAEA: Timbunan Uranium Iran Langgar Kesepakatan Atom

Pembunuhan itu berisiko semakin meningkatkan ketegangan di Timur Tengah, hampir setahun setelah Iran dan AS berdiri di ambang perang ketika serangan pesawat tak berawak Amerika menewaskan seorang jenderal ternama Iran di Baghdad. Itu terjadi tepat ketika Presiden terpilih Joe Biden siap untuk dilantik pada Januari dan kemungkinan akan mempersulit upayanya untuk mengembalikan Amerika ke sebuah pakta yang bertujuan untuk memastikan Iran tidak memiliki cukup uranium yang diperkaya untuk membuat senjata nuklir.

Kesepakatan itu, yang membuat Iran membatasi pengayaan uraniumnya dengan imbalan pencabutan sanksi ekonomi, telah sepenuhnya dibatalkan setelah Presiden Donald Trump menarik diri dari perjanjian itu pada 2018.

Trump sendiri me-retweet unggah jurnalis Israel Yossi Melman, seorang ahli di dinas intelijen Israel, Mossad, tentang pembunuhan itu. Tweet Melman menyebut pembunuhan itu sebagai "pukulan psikologis dan profesional terbesar bagi Iran."

Televisi pemerintah Iran mengatakan sebuah truk tua dengan bahan peledak yang disembunyikan di bawah tumpukan kayu meledak di dekat sebuah sedan yang membawa Fakhrizadeh. Kantor berita setengah resmi Tasnim melaporkan saat sedan Fakhrizadeh berhenti, setidaknya lima pria bersenjata muncul dan menyapu mobil dengan tembakan cepat.

Fakhrizadeh meninggal di rumah sakit setelah dokter dan paramedis tidak dapat menyelamatkannya. Lainnya juga turut terluka, termasuk pengawal Fakhrizadeh. Foto dan video yang dibagikan secara online menunjukkan sedan Nissan dengan lubang peluru di kaca depan dan darah menggenang di jalan.

Meskipun tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menuding Israel, menyebut pembunuhan itu sebagai tindakan "teror negara."

“Teroris membunuh seorang ilmuwan Iran terkemuka hari ini. Kepengecutan ini - dengan indikasi serius dari peran Israel - menunjukkan para pelaku,” tulis Zarif di Twitter.

Hossein Dehghan, penasihat pemimpin tertinggi Iran dan kandidat presiden dalam pemilihan umum Iran 2021, juga menyalahkan Israel - dan mengeluarkan peringatan.

``Pada hari-hari terakhir kehidupan politik sekutu perjudian mereka, Zionis berusaha untuk mengintensifkan dan meningkatkan tekanan pada Iran untuk melancarkan perang besar-besaran,” tulis Dehghan, yang tampaknya merujuk pada hari-hari terakhir Trump menjabat. "Kami akan turun seperti kilat ke pembunuh martir yang tertindas ini dan kami akan membuat mereka menyesali tindakan mereka!"

Serangan itu terjadi hanya beberapa hari sebelum peringatan 10 tahun pembunuhan ilmuwan nuklir Iran Majid Shahriari yang juga disalahkan Teheran pada Israel. Itu dan pembunuhan terarah lainnya terjadi pada saat yang disebut virus Stuxnet, yang diyakini sebagai ciptaan Israel dan Amerika, menghancurkan sentrifugal Iran. [ah]