Hutan Hujan di Pesisir Brazil Hadapi Kepunahan Spesies
Karena sebagian besar penduduk Brazil tinggal di dan sekitar Hutan Atlantik, perlindungan wilayah ini kritis bagi penyediaan jasa untuk jutaan orang, seperti air bersih, penyimpanan karbon dan pariwisata. (Foto: Robin Moore/iLCP)
Monyet capuchin berdada kuning (S.xanthosternos) di Una Biological Reserve di Bahia, Brazil, merupakan salah satu primata yang kritis karena menjadi target pemburu. (Foto: Luciano Candisani)
Induk monyet capuchin berdada kuning ditembak sementara bayinya diambil untuk peliharaan. (Foto: Luciano Candisan)
Lahan kering di Hutan Atlantik Utara gundul akibat produksi batu bara lokal dan lebih terancama daripada lahan basah di pesisir Hutan Atlantik. (Foto: Arsip IESB)
Di Hutan Atlantik di Bahia, kebakaran dan penggundulan di lereng bukit adalah pelanggaran undang-undang namun penegakan hukum tidak efektif. (Foto: Arsip IESB)
Pemburu di lahan kering di Hutan Atlantik Timur Laut mencari mamalia dan binatang pengerat besar untuk dimakan. (Foto: Carlos Guidorizzi)
Pembalakan liar di Hutan Atlantik mengancam salah satu ekosistem biologis terkaya di dunia. (Foto: Conservation International/Haroldo Castro)
Peneliti Carlos Guidorizzi menutupi perangkap kamera dengan pisang untuk menarik monyet, rakun, tayra dan binatang yang hidup di pepohonan lainnya. (Foto: Gustavo Canale)
Puma yang tertangkap kamera di Una Biological Reserve, satu dari lima kawasan yang dilindungi dan memiliki spesies-spesies yang kharismatik. (Foto: Arsip IESB)
Monyet Muriqui yang sudah punah di Hutan Atlantik Timur Laut dilindungi di bagian kecil hutan oleh ahli konservasi. (Foto: Luciano Candisani)
Monyet Tamarin Singa berkepala emas yang dilindungi di Una Biological Reserve, Bahia, diburu hingga hampir punah untuk diambil dagingnya di Hutan Atlantik. (Foto: Gustavo Canale)