Human Rights Watch Desak Presiden Mesir Akhiri Pelanggaran HAM

Presiden Mesir Abdel-Fattah el-Sissi saat menghadiri upacara pembukaan KTT Uni Afrika di Addis Ababa, Ethiopia, 28 Januari 2018. (Foto: dok).

Sebuah kelompok hak asasi internasional terkemuka telah mendesak Presiden Mesir, Abdel Fatah el-Sissi untuk memprioritaskan reformasi yang bertujuan mengakhiri pelanggaran hak asasi manusia dalam empat tahun masa jabatannya yang kedua.

Pernyataan hari Selasa (10/4) oleh Human Rights Watch itu juga meminta negara-negara sekutu Mesir agar mendorong el-Sissi untuk mengakhiri tindakan keras terhadap organisasi non-pemerintah; menghentikan aksi-aksi penghilangan paksa; membebaskan tahanan politik dan jurnalis; dan melindungi minoritas.

El-Sissi memenangkan masa jabatan keduanya dengan lebih dari 97 persen suara bulan Maret lalu.

Dia pertama kali terpilih tahun 2013 setelah militer menggulingkan presiden Islamis Mohammad Morsi di tengah-tengah demonstrasi massal, dan sejak itu telah melakukan tindakan paling keras dalam sejarah modern Mesir terhadap para disiden.

Pemerintah el-Sissi telah melarang protes tanpa izin, memenjarakan ribuan Islamis, serta beberapa aktivis sekuler terkemuka, dan memblokir ratusan situs web independen. [lt]