Hukum Keamanan Nasional Ancam Penerbit dan Penjual Buku di Hong Kong

Seorang perempuan sedang membaca buku di toko buku "Causeway Bay Books" yang didirikan oleh penjual buku pembangkang asal Hong Kong di Taipei, Hong Kong, 28 Mei 2020.

Penjual buku dan penerbit Hong Kong, yang sejak lama dikenal sebagai pendukung kebebasan berekspresi di wilayah China, kini mendapat ancaman yang lebih besar menyusul Undang-Undang Keamanan Nasional baru yang diberlakukan pada Juli.

Sekarang, penjual buku bisa terancam melanggar undang-undang yang menerapkan hukuman ketat untuk pelanggaran yang tidak jelas seperti "pemisahan negara" dan "menumbangkan kekuasaan negara."

Hillway Press, penerbit independen di Hong Kong, sebagian besar menerbitkan novel dan buku teks online. Setelah gerakan Anti Amandemen UU Ekstradisi tahun lalu, Hillway Press mulai menerbitkan buku tentang masalah sosial. Penerbit tersebut mengatakan pihak berwenang sedang mencari alasan untuk menghukum seseorang secara terbuka sebagai contoh bagi yang lainnya.

"Percetakan telah menerima informasi bahwa politisi mencari penerbit buku politik untuk menekan dan menakut-nakuti warga," kata seorang eksekutif Hillway Press yang tidak mau disebutkan namanya dan dijuluki Mr. C.

Ia mengatakan dampak mengerikan telah muncul jauh sebelum penerapan undang-undang keamanan nasional itu. Publikasi terbaru perusahaan itu, “To Freedom”, yang memuat artikel tentang gerakan Anti Amandemen UU Ekstradisi, ditolak oleh enam percetakan.

Perencanaan dan penyusunan buku itu dimulai pada April. Ketika rancangan tersebut selesai pada akhir Mei, Partai Komunis China (CCP) memasukkan versi Hong Kong dari undang-undang keamanan nasional ke dalam agenda Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional.

Percetakan yang lama menjadi mitra penerbit itu kemudian tiba-tiba berubah pikiran dan menolak mencetak buku tersebut karena isinya yang dianggap sensitif. Hillway Press harus mencetak buku itu dan menjilidnya di perusahaan lain agar bisa diterbitkan.

"To Freedom" berisi banyak kata-kata yang mengkritik Partai Komunis China . Untuk melindungi narasumber dan mitra bisnisnya, penerbit menghapus konten sensitif. "Bebaskan" telah diubah menjadi "bebas" dan "rekonstruksi." "Anti-CCP" telah dihapus. Paragraf yang membahas "kemerdekaan Hong Kong" telah dihapus, dan kata-kata ilustrasi "Bebaskan Hong Kong" di sampulnya telah diperlunak menjadi transparansi. [my/ft]