Hubungan Amerika-Turki Memburuk

  • Robert Raffaele

Kedutaan Amerika di Ankara, Turki, 20 Agustus 2018. (Foto: dok).

Kebuntuan mengenai penahanan seorang pendeta Amerika di Turki, dan tarif baru yang ketat yang dikenakan oleh Presiden Amerika Donald Trump terhadap Turki, adalah di antara banyak isu yang menegangkan hubungan antara kedua negara. Apakah kini sudah terlambat bagi dua negara sekutu lama dalam NATO ini untuk memperbaiki hubungan? Isu itu dieksplorasi bersama kontributor VOA Greta Van Susteren dan dilaporkan oleh koresponden VOA Robert Raffaele.

Kantor berita Rusia, Interfax, melaporkan pekan ini bahwa Moskow akan mulai mengirimkan sistem pertahanan S-400 ke Turki pada tahun 2019. Pengumuman itu menambah ketegangan yang sudah ada antara Amerika Serikat dan Turki.

Prajurit Rusia memamerkan sistem pertahanan udara rudal S-400 dalam parade Hari Kemenangan di Moskow, Rusia, 9 Mei 2018. (Foto: dok).

Para pejabat Amerika dan NATO telah memperingatkan Turki bahwa S-400 tidak akan cocok dengan sistem pertahanan NATO lainnya.

Sementara itu, nilai lira Turki terus merosot terhadap dolar Amerika, menyusul tarif baru terhadap Turki yang diberlakukan oleh Presiden Amerika Donald Trump.

BACA JUGA: Krisis Ekonomi Turki Guncang Pasar Global

Di antara berbagai isu yang mengakibatkan ketegangan dalam hubungan Amerika-Turki adalah kebuntuan yang melibatkan seorang pendeta evangelis Amerika, Andrew Brunson, yang dipenjara selama 21 bulan karena tuduhan terorisme sebelum dipindahkan ke tahanan rumah pada akhir Juli.

BACA JUGA: Pengadilan Turki Tolak Banding untuk Bebaskan Pendeta AS yang Ditahan 

Turki mengatakan Pendeta Brunson terkait dengan Fetullah Gulen, ulama Turki yang tinggal di pengasingan di Amerika. Turki menuduh Fethullah Gulen ikut ambil bagian dalam kudeta yang gagal tahun 2016.

Washington menyebut tuduhan terhadap Brunson itu tidak berdasar dan menuntut pembebasannya.

Mantan Menteri Pertahanan AS, Leon Panetta (Foto: dok).

Mantan Direktur Badan Intelijen Pusat Amerika (CIA) Leon Panetta mengatakan bahwa intervensi Rusia di Suriah, dan ketergantungan energi Turki pada Moskow, membuat penyelesaian situasi Turki semakin mendesak.

Leon Panetta mengatakan, “Semakin lama ini berlangsung, semakin banyak pula Turki akan bergantung pada Rusia, semakin banyak negara lain di wilayah itu akan mengharapkan kepemimpinan Rusia di Timur Tengah. Saya berpendapat, Amerika Serikat harus khawatir bahwa jika kita tidak memulihkan aliansi tradisional kita di bagian dunia itu dengan Turki dan dengan negara-negara Arab moderat, bahwa jika kita tidak memiliki koalisi yang mampu menghadapi ancaman dari Iran, ancaman dari ISIS, dan ancaman dari terorisme, maka saya kira hal itu akan melemahkan posisi Amerika Serikat tidak hanya di dunia, tetapi juga melemahkan posisi kita terkait langkah-langkah keamanan yang perlu kita ambil. Dan, kita butuh Turki untuk bisa melakukan itu.”

Your browser doesn’t support HTML5

Hubungan Amerika-Turki Memburuk

Sementara itu, ketegangan mulai tampak di Ankara, di mana seseorang dalam mobil yang melaju melepaskan tembakan ke Kedutaan Besar Amerika, hari Senin lalu. Tidak ada yang terluka dalam insiden itu. [lt/uh]