Hanya Seperlima Negara Kaya SDA yang Transparan

Salah satu anjungan minyak di lepas pantai Laut China Selatan (Foto: dok). Revenue Watch Institute mengatakan kurang dari 20 persen negara kaya SDA yang transparan.

Kurang dari 20 persen negara-negara besar yang kaya sumber daya alam (SDA) memenuhi standard transparansi dan pertanggung-jawaban yang memuaskan.
Menurut hasil penelitian baru, kurang dari 20 persen negara-negara besar yang kaya minyak, gas alam dan mineral, memenuhi standard transparansi dan pertanggung-jawaban yang memuaskan.

Laporan Revenue Watch Institute yang dikeluarkan hari Rabu mengatakan kehidupan lebih dari satu milyar orang di seluruh dunia dapat dimajukan kalau pemerintah mereka mengelola sumber-daya alam dengan lebih baik.

Hanya 11 dari ke-58 negara dalam Indeks Pengelolaan Sumberdaya organisasi yang berbasis di New York itu didapati telah mengadopsi keterbukaan dan pertanggung-jawaban.

Di negara-negara lainnya, laporan itu mengatakan “ketertutupan, korupsi, dan proses yang lemah menghambat warga memperoleh manfaat penuh dari kekayaan sumber daya alam negara mereka.”

Negara yang di peringkat terendah adalah Burma, yang mendapat angka 4 dari skala 1 hingga 100.

Laporan itu menggambarkan industri-industri sumber-daya alam negara itu terkenal sangat tertutup, dan mengatakan hampir tidak ada informasi terbuka tersedia mengenai pengelolaan sumber-daya negara tersebut.