Hakim Militer Pertimbangkan Nasib Tentara Informan WikiLeaks

Prajurit Bradley Manning dikawal saat menunggu kendaraan di luar pengadilan di Fort Meade, Maryland (15/7). (AP/Patrick Semansky)

Pengacara Bradley Manning menyebut kliennya ‘whistleblower’ hal-hal yang ingin rakyat tahu tentang apa yang ia saksikan sebagai tindakan buruk Amerika di Irak.
Nasib prajurit Amerika Bradley Manning, yang didakwa membocorkan ribuan dokumen rahasia pemerintah, kini ada di tangan seorang hakim militer.

Pengacara Manning, David Coombs, mengakhiri pembelaannya Jumat (26/7) dengan menyebut kliennya ‘whistleblower’ hal-hal yang ingin rakyat tahu tentang apa yang ia saksikan sebagai tindakan buruk Amerika di Irak.

Materi yang dibocorkan mencakup video tentara-tentara Amerika dalam helikopter menembaki warga sipil Irak. Sebanyak 12 orang tewas, termasuk dua wartawan Reuters. Militer Amerika mengatakan tentara-tentara itu menduga warga Irak itu membawa senjata.

Coombs menggambarkan Manning sebagai "pemuda yang naif, dan berniat baik," bukan pengkhianat yang mencari ketenaran seperti digambarkan jaksa yang mengakhiri kasus mereka Kamis.

Manning mengaku bersalah membocorkan dokumen-dokumen itu ke situs web WikiLeaks -- dakwaan yang bisa membuatnya dihukum penjara sampai 20 tahun.

Jaksa mengatakan Manning membocorkan materi itu walau tahu dokumen itu akan dibaca teroris al-Qaida. Jika terbukti bersalah, ia kemungkinan akan menghadapi hukuman penjara seumur hidup.