Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres, pada Selasa (21/12), melanjutkan perjalanannya ke Lebanon dengan mengunjungi wilayah Naqoura, yang terletak di selatan negara itu, yang menjadi markas pasukan sementara PBB di Lebanon atau UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon).
Selama di Naqoura ia bertemu dengan kepala misi tersebut, Mayor Jenderal Stefano Del Col.
BACA JUGA:
PBB: Lebanon Harus Melakukan Reformasi Besar untuk Mendapatkan Bantuan InternasionalPasukan tersebut telah dikerahkan di Lebanon selatan sejak invasi Israel pada 1978.
Pejabat Israel dan Lebanon, termasuk kelompok militan kuat Hizbullah Lebanon selama bertahun-tahun memperdebatkan mandat UNIFIL, demikian dilaporkan kantor berita Associated Press.
Setelah kunjungannya ke markas UNIFIL, ia bertemu dengan para pemimpin sipil di kota selatan Tyre tetapi disambut oleh pengunjuk rasa.
Kunjungan Guterres dilakukan saat krisis politik dan ekonomi besar menyelimuti negara itu.
BACA JUGA:
Lebanon Alami Krisis Hubungan dengan Negara-negara TelukSalah satu poin utama yang diperdebatkan adalah penyelidikan atas ledakan yang mematikan di pelabuhan Beirut pada 4 Agustus 2020.
Penyelidikan lokal, yang dipimpin oleh Hakim Tarek Bitar, telah menghadapi banyak tantangan, termasuk kecaman dari politisi kuat dan tuntutan hukum dari para terdakwa yang mempertanyakan keadilannya. [my/jm]