Federer dan Wozniacki Tumbang di Semifinal Australia Terbuka

Petenis Swiss Roger Federer mengucapkan selamat kepada petenis Serbia Novak Djokovic setelah memenangkan partai semifinal Australia Terbuka hari Kamis (27/1).

Petenis Swiss Roger Federer dikalahkan unggulan ketiga Novak Djokovic dari Serbia, sementara petenis putri peringkat pertama dunia Caroline Wozniacki ditaklukan petenis Tiongkok Li Na.

Roger Federer, juara 16 kali Grand Slam, hari Kamis tumbang di semifinal Australia Terbuka setelah dikalahkan juara Australia Terbuka 2008 Novak Djokovic 7-6, 7-5, 6-4.

Federer tadinya mengejar gelar Australia Terbuka kelimanya. Sebelum Federer, unggulan pertama Rafael Nadal juga sudah keluar setelah disingkirkan unggulan ketujuh David Ferrer.

Di final, Djokovic akan berhadapan dengan pemenang semifinal hari Jumat antara Andy Murray dan David Ferrer.

Kekalahan Federer menandai pertama kalinya sejak tahun 2003 ia tidak memegang satupun dari empat gelar Grand Slam. Ini juga pertama kalinya baik Nadal maupun Federer tidak bermain di final sebuah turnamen Grand Slam sejak Australia Terbuka 2008, ketika Djokovic mengalahkan Jo-Wilfred Tsonga.

Ini adalah turnamen Grand Slam kedua dimana Djokovic mengalahkan Federer di semifinal. Pada Amerika Terbuka tahun lalu, petenis Serbia itu mengalahkan Federer dalam lima set dan melaju ke final melawan Nadal.

Li Na bersorak setelah mengalahkan Caroline Wozniacki di semifinal Australia Terbuka.

Dalam nomor putri, bintang tenis Tiongkok Li Na hari Kamis mengalahkan petenis putri peringkat satu dunia Caroline Wozniacki dari Denmark 3-6, 7-5, 6-3 dan melaju ke final.

Li adalah petenis pertama dari Tiongkok yang berhasil mencapai final sebuah turnamen Grand Slam.

Wozniacki menang mudah di set pertama, di mana Li melakukan 17 kesalahan. Wozniacki hampir menang di set kedua sebelum Li mengejar dan akhirnya menang 7-5.

Di set ketiga, keadaan berbalik bagi petenis Tiongkok unggulan kesembilan itu dan ia berhasil menang mudah. Di final, ia akan menghadapi pemenang semifinal antara Kim Clijsters dari Belgia dan Vera Zvonareva dari Rusia.