Faksi-Faksi Palestina Setujui Pemilu

Presiden Palestina Mahmud Abbas di kantor HAM PBB, Jenewa, 27 Februari 2017. (Foto: dok).

Faksi-faksi Palestina, Rabu (22/11) menyatakan sepakat mengenai perlunya menyelenggarakan pemilu sebelum akhir 2018 dan memuji kesepakatan persatuan yang dimaksudkan untuk mengakhiri sengketa lama antara Fatah dan Hamas.

Pemilu tersebut disebut dalam pernyataan bersama pada akhir pembicaraan tertutup dua hari yang dihadiri wakil-wakil dari 13 partai politik utama.

Faksi-faksi itu meminta komisi pemilihan agar mempersiapkan pemilihan presiden dan legislatif paling lambat akhir tahun depan.

Mereka meminta Presiden Palestina Mahmud Abbas agar menetapkan tanggal bagi pemilu setelah berkonsultasi dengan semua pihak.

Faksi-faksi itu juga memuji kesepakatan bersatu yang dicapai antara dua partai terbesar, Hamas dan Fatah, pada Oktober lalu.

Perjanjian yang disponsori Mesir itu dimaksudkan untuk mengakhiri perselisihan 10 tahun di antara mereka, dan meminta Hamas agar menyerahkan kekuasaan di Jalur Gaza kepada Fatah pada 1 Desember.

Menurut pernyataan itu, perjanjian rekonsiliasi antara gerakan Islamis Hamas dan partai Fatah pimpinan Abbas merupakan “awal yang realistis untuk mengakhiri perpecahan.”

Ini menekankan “pentingnya menyingkirkan semua penghambat upaya-upaya pemerintah untuk segera mulai memikul tanggungjawabnya terhadap rakyat.”

Belum pernah ada pemilihan legislatif Palestina sejak Hamas merebut Gaza pada tahun 2007 dari Fatah, yang mendominasi pemerintah Otoritas Palestina di Tepi Barat yang diduduki Israel. [uh/ab]