Facebook Didesak untuk Membuka Pusat Riset di Rusia

CEO Facebook, Mark Zuckerberg di kantor pusat facebook di Palo Alto, California (Foto: dok).

Perdana Menteri Rusia mendesak Facebook untuk membatalkan rencana merekrut pemrogram-pemrogram Rusia dan mendirikan pusat penelitian di Moscow.
Pendiri Facebook Mark Zuckerberg berada di Moscow Senin (1/10), di mana pejabat pemerintah setempat mendorongnya mengembangkan operasi perusahaan di Rusia.

Menteri komunikasi Rusia menulis di Twitter bahwa Perdana Menteri Dmitry Medvedev telah mendesak pendiri media sosial raksasa itu untuk membatalkan rencana merekrut pemrogram-pemrogram Rusia dan seharusnya mendirikan pusat penelitian di Moscow.

Seorang juru bicara Facebook, yang menolak disebutkan namanya karena tidak berwenang mendiskusikan masalah itu dengan media, mengatakan bahwa perusahaan tersebut tidak memiliki rencana ekspansi dalam waktu dekat di Rusia.

Zuckerberg, yang tidak memakai pakaian khasnya yaitu jaket bertudung dan celana jins dan memakai jas serta dasi untuk pertemuan dengan Medvedev, berkunjung ke Rusia sebagai bagian dari tur dunia untuk kontes pemrograman untuk mengidentifikasi bakat-bakat baru.

Perusahaan-perusahaan Internet di Rusia seringkali memiliki pangsa pasar domestik yang besar dibanding perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat. Facebook memiliki sekitar 9 juta pengguna di Rusia, sementara tiruannya yang bernama VK di Rusia memiliki sekitar 34 juta pengguna.

Medvedev telah membangun citra sebagai tokoh yang mengerti teknologi sejak meluncurkan program modernisasi sejak menjadi presiden Rusia dari 2008 sampai Mei, ketika Vladimir Putin kembali menjadi presiden untuk ketiga kalinya. (AP)