Eksekutif Bed Bath & Beyond AS Tewas karena Jatuh dari Gedung Tinggi di New York

Pengunjung tampak memperhatikan sejumlah item di toko Bed Bath & Beyond di New York, pada 25 Maret 2021. (Foto: AP/Mark Lennihan)

Direktur Keuangan Bed Bath & Beyond tewas akibat jatuh dari sebuah gedung pencakar langit di New York City pada Jumat (2/9) siang, kata polisi pada Minggu (4/9). Insiden itu terjadi hanya beberapa hari setelah peritel itu mengumumkan akan menutup toko-toko dan memberhentikan sejumlah pegawai.

Gustavo Arnal, 52, bergabung dengan Bed Bath & Beyond pada 2020. Ia sebelumnya bekerja sebagai Direktur Keuangan untuk merek kosmetik Avon di London dan pernah bekerja selama 20 tahun dengan Procter & Gamble, menurut profil LinkedIn miliknya.

BACA JUGA: Wapres Argentina Lolos dari Upaya Pembunuhan

Pada Jumat (2/9) pukul 12.30 waktu setempat, polisi merespons sebuah panggilan layanan darurat 911 dan menemukan seorang pria berusia 52 tahun tewas dekat bangunan itu dan mengalami luka-luka akibat jatuh. Polisi mengidentifikasi pria itu sebagai Gustavo Arnal.

Pernyataan polisi tidak memberi perincian mengenai situasi yang menyebabkan kematian Arnal dan mengatakan Kantor Pemeriksa Medis New York City akan menyimpulkan penyebab kematian. Bed Bath & Beyond mengonfirmasi kematiannya dalam siaran pers yang dirilis pada Minggu (4/9), tetapi tidak menjelaskannya secara detil.

Your browser doesn’t support HTML5

Kiat Bisnis Makanan untuk Bertahan di Tengah Inflasi

Pekan lalu, Bed Bath & Beyond mengatakan akan menutup 150 toko, memangkas pegawai dan merombak strateginya guna memperbaiki bisnisnya yang terus merugi.

Bed Bath & Beyond, Arnal, dan pemegang saham utama BBB Ryan Cohen sedang menghadapi sebuah gugatan perwakilan kelompok. Mereka digugat karena dituduh sengaja menggelembungkan harga saham sehingga merugikan para pemegang saham lainnya. [vm/ft]