CEO Twitter Mundur, Saham Naik

Twitter CEO Dick Costolo gestures during a conference at the Cannes Lions in Cannes, France, June 20, 2012.

CEO Twitter Dick Costolo (@dickc) mengundurkan diri di tengah kritik mengenai kinerja keuangan perusahaan ini yang mengecewakan dan merosotnya saham Twitter baru-baru ini.

Mitra Costolo dalam mendirikan Twitter, Jack Dorsey (@Jack), yang menjadi CEO Twitter selama beberapa tahun pertama, akan sementara mengambil alih sementara perusahaan yang berbasis di San Francisco ini mencari pengganti tetapnya.


Para investor menyambut pengunduran diri Costolo dengan antusias, mengakibatkan saham Twitter melonjak hampir 6 persen pada akhir perdagangan Kamis sore. Baik Dorsey maupun Costolo mengekspresikan keyakinan mereka akan arah perusahaan ini dan mengatakan dewan direksi Twitter tidak menginginkan perubahan besar-besaran.

"Saya percaya dengan jalur yang diambil perusahaan sekarang dan kemampuan tim manajemen untuk menempuh jalur ini," kata Dorsey, yang juga mengepalai dewan perusahaan, pada konferensi via telepon dengan Costolo dan sejumlah analis Wall Street.

Baik Costolo maupun Dorsey menyebut keputusan Costolo untuk meninggalkan Twitter diambil dengan sukarela. Costolo, 51 tahun, sudah menyampaikan keinginannya untuk hengkang kepada para dewan direksi Twitter sejak tahun lalu.

Costolo menjabat CEO Twitter selama lima tahun dan membawa perusahaan ini melalui penawaran saham pertama (IPO) yang sukses pada tahun 2013. Costolo yang pernah menjadi pelawak, memiliki gelar ilmu komputer dan pernah memimpin tiga start-up teknologi lainnya, termasuk salah satunya yang kemudian dijual kepada Google. Ia direkrut sebagai kepala operasional Twitter tahun 2009, tiga tahun setelah kelahiran situs mikroblog ini.

Keberhasilannya menjadikan Twitter sebagai salah satu pemain industri yang signifikan, dan lahan subur bagi periklanan online, menjadikan Costolo figur yang dihormati di Silicon Valley. Dua tahun lalu, majalah Time menamakannya "salah satu otak paling berpengaruh dalam teknologi."

Namun walaupun Twitter meraup penghasilan $1,4 miliar tahun lalu, sebagian besar dari iklan digital, Twitter belum mencetak profit sebagai perusahaan publik. Sahamnya belum naik lagi sejak kehilangan hampir sepertiga nilainya pasca laporan keuangan terbarunya di bulan April yang tidak memenuhi perkiraan Wall Street dan membuat analis mempertanyakan kepemimpinan perusahaan ini.

Twitter telah mengkoreksi proyeksi keuangan ke depannya. Pada hari Kamis, Dorsey mengatakan perusahaan ini tidak akan kembali mengubah proyeksi tersebut.

Walaupun Twitter melaporkan 301 pengguna per bulan pada kuartal pertama tahun ini, naik 18 persen dari tahun sebelumnya, Twitter belum mengalami pertumbuhan sebesar rivalnya, Facebook.

Di bawah Costolo, perusahaan ini memperkenalkan produk-produk periklanan baru dan berbagai fitur pengguna, termasuk Periscope, yang memungkinkan pengguna memasang video streaming secara langsung. Tapi walaupun Twitter punya fans setia, kritik mengatakan pengguna baru masih kesulitan memahami berbagai istilah dan kebiasaan-kebiasaan di Twitter.

"Sebagian besar orang yang mendaftar, tidak lagi menggunakan layanan ini," ujar Nate Elliott, seorang analis media sosial di Forrester Research. "Mereka harus lebih baik dalam memberikan orang alasan untuk kembali setiap hari dan membuat pengiklan bahagia."

"Ada kekhawatiran yang berkelanjutan dari investor mengenai kemampuan Costolo dalam memimpin Twitter," tambah analis saham Colin Sebastian dari RW Baird.

Costolo tidak akan kehilangan kursinya di dewan direksi Twitter. Dorsey mengatakan perusahaan ini akan mempertimbangkan kandidat baik dari dalam maupun luar Twitter untuk mengisi posisi CEO yang ditinggalkan Costolo.

Dorsey, yang sementara ini menjabat CEO, juga mengepalai Square, sebuah start-up pembayaran online yang ia dirikan setelah berhenti sebagai CEO Twitter tahun 2008.

Costolo menge-tweet mengenai pengunduran dirinya Kamis sore. Costolo menulis "Selamat datang kembali, @Jack'' dan melampirkan tautan pengumuman resmi dari Twitter.

Kriteria bagi CEO Twitter berikutnya, menurut Dorsey, "Kami mencari seseorang yang benar-benar menggunakan dan mencintai produk ini."