Deplu AS Berusaha Tunda Rilis Email Clinton

Bakal Capres Partai Demokrat Hillary Clinton saat memberikan pidato dalam kampanye di Toledo, Iowa (foto: dok).

Deplu AS berjanji akan merilis sebanyak mungkin email Clinton pekan depan, tetapi minta agar batas waktu terakhir diundur dari 29 Januari menjadi 29 Februari.

Departemen Luar Negeri Amerika telah minta kepada pengadilan federal agar memberinya perpanjangan satu bulan untuk menyelesaikan rilis email berkaitan dengan pekerjaan Hillary Clinton.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Mark Toner hari Jumat (22/1) mengatakan departemen itu tidak dapat memenuhi batas tanggal 29 Januari, dengan mengatakan sekitar 9.400 dari 55 ribu halaman masih belum diteliti dan memuat materi yang memerlukan peninjauan antar- instansi.

Departemen itu akan merilis sebanyak mungkin pekan depan, katanya, tetapi minta agar batas waktu terakhir diundur sampai 29 Februari.

Clinton mengirim dan menerima email lewat server pribadi di rumahnya antara 2009 dan 2013, tetapi pengaturan yang tidak biasa itu tidak diketahui sampai 2015 saat dia mempersiapkan diri sebagai kandidat presiden.

Kalangan intelijen telah mengatakan bahwa sedikitnya dua email Clinton berisi informasi yang diklasifikasikan sebagai “sangat rahasia”.

Clinton telah mengatakan keputusan untuk menggunakan server pribadi itu dilakukan karena kemudahan penggunaannya dan bahwa tidak ada pesan-pesan yang ditandai rahasia ketika dia mengirimnya. [sp]