Cuaca Lebih Baik Permudah Pencarian Pesawat AirAsia

Helikopter Tim SAR Indonesia melanjutkan kembali upaya pencarian korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 dari Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah (1/1).

Sejauh ini, baru tujuh jasad dari ke-162 penumpang dan awak yang berhasil diangkat dari Laut Jawa dekat Kalimantan, di mana pesawat Airbus A320 itu jatuh hari Minggu dalam cuaca buruk.

Pihak berwenang Indonesia berharap keadaan cuaca yang membaik akan memungkinan usaha penemuan lebih cepat rongsokan dan korban musibah pesawat jet penumpang AirAsia.

Hari Kamis (1/1), langit lebih cerah dan laut lebih tenang daripada sehari sebelumnya, ketika cuaca buruk menghambat pemantauan dari udara sepenuhnya dan menghambat para penyelam melakukan pencarian di lokasi yang diduga tempat utama jatuhnya pesawat itu.

Pejabat Basarnas, Tatang Zaenuddin, mengatakan pencarian dari udara dan dari bawah air telah dimulai kembali. Sejauh ini, hanya tujuh jasad dari ke-162 penumpang dan awak yang berhasil diangkat dari Laut Jawa dekat Kalimantan, di mana pesawat Airbus A320 itu jatuh hari Minggu dalam cuaca buruk.

Dua dari jasad tersebut telah tiba di kota Surabaya, di mana akan dilakukan otopsi dan pengidentifikasian. Diperkirakan, jasad akan ditemukan lebih banyak lagi, segera setelah penyelam dapat menjajagi satu lokasi, di mana gambar sonar memberi indikasi sebagian dari pesawat itu tergeletak dengan posisi terbalik di dasar laut.

Prioritas lain adalah menemukan alat perekam data penerbangan dan perekam suara dalam kokpit, yang sangat penting dalam menentukan penyebab jatuhnya pesawat.