China: Muslim Uighur Telah Bergabung dengan ISIS

  • Associated Press

Filipinler-Manila

Otoritas-otoritas di wilayah Xinjiang akan memperkuat razia terorisme dan ekstremisme, menurut wakil wilayah tersebut dalam diskusi di sela-sela sidang legislatif di China.

Para pejabat China mengatakan bahwa sejumlah anggota kelompok etnis minoritas Uighur Muslim telah pergi ke luar negeri untuk bertempur dengan kelompok Negara Islam (ISIS), yang mengontrol wilayah-wilayah Suriah dan Irak, dan kembali untuk ambil bagian dalam serangan-serangan di dalam negeri.

Otoritas-otoritas di wilayah Xinjiang, yang berbatasan dengan Afghanistan dan Pakistan, akan memperkuat razia terorisme dan ekstremisme, menurut wakil wilayah tersebut dalam diskusi di sela-sela sidang legislatif di China.

Xinjiang telah berulang kali mengalami kekerasan karena pemberontakan Uighur atas pemerintahan China yang represif. Serangan-serangan yang dipersalahkan pada mereka juga terjadi di bagian-bagian lain negara tersebut, termasuk sebuah mobil yang menyeruduk Gerbang Tiananmen di Beijing pada 2013, menewaskan lima orang.

"Ada orang-orang Uighur yang telah terbang ke luar negeri dan bergabung dengan ISIS," ujar Zhang Chunxian, sekretaris Partai Komunis Xinjiang, Selasa (10/3).

"Organisasi ini memiliki pengaruh internasional besar dan Xinjiang tidak dapat membiarkannya dan kita sudah terimbas. Kami juga menemukan bahwa beberapa yang telah bertempur kembali ke Xinjiang untuk berpartisipasi dalam plot teroris."