China dan Korea Selatan Protes Ziarah Tugu Yasukuni Jepang

Poster anti-Jepang bergambarkan PM Shinzo Ane dan bendera militer Jepang nampak diinjak-injak masa dalam protes di Hong Kong (15/8). Ziarah dua menteri Jepang ke Yasukuni untuk menghormati tentara perang Jepang, kembali memicu kemarahan Korea Selatan dan Cina, dua dari korban agresi Jepang dalam paruh pertama abad ke-20.

Ziarah dua menteri Jepang ke Yasukuni di Tokyo, Rabu (15/8) kembali memicu kemarahan Korea Selatan dan China.
Kunjungan terbuka oleh para pejabat Jepang ke tugu pahlawan Yasukuni di Tokyo itu selalu mendatangkan kemarahan dari Seoul dan Beijing, dua dari korban agresi Jepang dalam paruh pertama abad ke-20.

China memanggil dutabesar Jepang untuk memrotes ziarah tersebut. Kementerian luar negeri Beijing mengatakan tindakan itu “melukai perasaan” rakyat China.

Presiden Korea Selatan Park Geun-hye meminta kepada Tokyo untuk menerima kenyataan sejarah dan mengambil “langkah yang sungguh-sungguh” untuk meringankan kepedihan orang-orang yang disakiti oleh sejarah.

Kunjungan hari Kamis diadakan pada peringatan menyerahnya Jepang tahun 1945 dalam Perang Dunia Kedua.

Perdana Menteri Shinzo Abe memutuskan untuk tidak melakukan ziarah pada hari ulang-tahun tersebut, karena khawatir itu dapat memperburuk lebih jauh hubungan dengan tetangga-tetangga Jepang. Tetapi, ia mengirim seorang staff untuk menyerahkan sumbangan di tugu tersebut.