China Ancam Anggota Partai yang Setia kepada Dalai Lama

Beijing memandang Dalai Lama sebagai seorang “teroris” yang mendorong kekerasan dan ingin memecah negara China.

Harian Global Times mengutip para analis yang mengatakan “beberapa pejabat di Tibet masih simpati pada Dalai Lama” karena keyakinan agama mereka.

China mengancam akan menghukum para anggota Partai Komunis yang setia kepada pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama, yang dipandang Beijing sebagai seorang separatis yang berbahaya.

Ye Dongsong , pengawas kedisiplinan internal partai, memperingatkan pihak berwenang Tibet agar memusatkan perhatian pada “penetralan separatis dan memelihara kestabilan sosial.”

Ucapan Ye itu dimuat dalam harian Global Times, yang mengutip para analis yang mengatakan “beberapa pejabat di Tibet masih simpati pada Dalai Lama” karena keyakinan agama mereka.

Artikel itu tidak memberi perkiraan berapa banyak pejabat Partai Komunis simpati atau mempunyai hubungan dengan pemimpin kerohanian Tibet itu.

Beijing memandang Dalai Lama, pemenang Hadiah Nobel, sebagai seorang “teroris” yang mendorong kekerasan dan ingin memecah negara China.

Dalai Lama membantah tuduhan itu, dengan mengatakan ia hanya menganjurkan otonomi yang lebih besar dan penghormatan hak beragama warga Tibet.

Lebih dari 130 warga Tibet telah membakar diri mereka sejak 2009. Warga Tibet itu memrotes kekuasaan China dan apa yang mereka pandang sebagai penindasan pemerintah terhadap agama dan budaya mereka.

China membantah tuduhan itu dan mengatakan protes bunuh diri adalah tindak terorisme.