Skandal Pemalsuan Data Emisi, CEO Volkswagen Mundur

CEO Volkswagen, Martin Winterkorn memberikan pidato pada sebuah acara di Frankfurt, Jerman (14/9).

CEO Volkswagen Martin Winterkorn mengundurkan diri di tengah skandal pemalsuan data emisi pada 11 juta mobil diesel produksi VW, supaya lolos uji polusi.

CEO Volkswagen Martin Winterkorn hari Rabu (23/9) mengundurkan diri di tengah skandal bahwa pabrik mobil Jerman itu telah memodifikasi pengendali emisi pada 11 juta mobil diesel buatannya supaya lolos uji polusi.

Winterkorn menyampaikan pernyataan publik bahwa ia bertanggungjawab atas “penyimpangan” yang terdeteksi dalam mesin diesel buatannya, tetapi menambahkan ia “tidak menyadari adanya kesalahan itu”.

“Volkswagen membutuhkan awal baru, juga dalam hal personil”, tambah Winterkorn. “Dengan pengunduran diri ini, saya memuluskan jalan bagi terciptanya awal yang baru tersebut”, ujarnya. Ia juga mengatakan bahwa Volkswagen seharusnya melanjutkan proses “klarifikasi dan transparansi” yang sudah dilakukan.

Otorita Badan Perlindungan Lingkungan Hidup Amerika EPA hari Jum'at (18/9) mengatakan Volkswagen telah melengkapi sekitar 500 ribu mobil diesel di Amerika dengan perangkat yang bisa menghidupkan kendali anti-polusi sewaktu diuji, tetapi mematikan kembali kendali tersebut ketika dikendarai sehari-hari.

EPA mengatakan Volkswagen menghadapi ancaman denda hingga 18 milyar dolar. Beberapa badan hukum di Amerika Utara telah mengajukan gugatan class-action. Beberapa negara di Eropa dan di benua lain juga telah memerintahkan penyelidikan terhadap tingkat emisi mobil-mobil buatan Volkswagen tersebut.

Kanselir Jerman Angela Merkel menyebut isu Volkswagen itu “sulit” dan mendesak perusahaan itu untuk menjelaskan tindakannya secara lengkap.

Model-model mobil diesel yang bermasalah itu mencakup VW Jetta, Beetle dan Golf buatan tahun 2009 – 2015, Passat buatan tahun 2014 – 2015 dan Audi A3 buatan tahun 2009 – 2015. [em/ds]