Capres AS Ingin Lupakan Berbagai Kejutan Bulan Oktober

Memasuki minggu terakhir, persaingan kedua Capres AS Hillary Clinton dan Donald Trump semakin ketat (foto: ilustrasi).

Kampanye pemilihan presiden yang sebelumnya bisa diprediksi hasilnya memasuki minggu terakhir dengan persaingan yang semakin ketat, menyusul bulan Oktober yang diwarnai mencuatnya berbagai kasus tentang kedua calon utama.

Pekan lalu, Hillary Clinton memimpin dengan selisih besar dalam jajak pendapat secara nasional dan momentum itu tampaknya mendukung dirinya. Dengan menikmati keunggulan rata-rata hampir enam poin dalam jajak pendapat Real Clear Politics, Clinton melebarkan operasi kampanyenya ke beberapa negara bagian yang secara historis menjadi kubu Republik seperti Texas dan Arizona. Ia seakan-akan telah memenangkan pemilihan.

Tapi hasil penyelidikan FBI, melonjaknya premi asuransi kesehatan andalan Presiden Obama atau Obamacare dan terus mengalirnya email yang diretas yang kemudian dibocorkan oleh kelompok advokasi pemerintahan terbuka WikiLeaks telah membuat kampanye Demokrat tertatih-tatih sementara pemilu memasuki minggu terakhir.

Kabar buruk bagi Clinton muncul hari Senin, 21 Oktober, ketika pemerintahan Obama mengumumkan premi untuk Obamacare yang dijual melalui pasar HealthCare.gov akan naik rata-rata 25 persen.

Berita itu muncul sebagai pukulan bagi Clinton, yang telah menunjukkan diri sebagai pendukung setia undang-undang reformasi layanan kesehatan yang ditandatangani oleh Presiden Obama itu. Ia juga bertekad akan mempertahankan dan memperluas Obamacare jika ia terpilih menjadi presiden. [lt]