California Usulkan RUU Anti-Pencurian Alat Selular

Senator Mark Leno dari San Francisco. (Foto: Dok)

Jika RUU ini disetujui, maka perangkat selular yang dijual atau dikirim ke California harus memiliki fitur anti pencurian mulai tahun depan.
Beberapa anggota legislatif negara bagian California mengusulkan rancangan undang-undang pada Jumat (7/2), yang menyatakan perlunya “tombol pemadaman” pada telepon pintar dan perangkat selular lainnya, agar tidak dapat dioperasikan jika hilang atau dicuri.

Senator Mark Leno, Jaksa San Francisco George Gascon dan pejabat penegak hukum lain mengatakan apabila rancangan undang undang ini disetujui, maka perangkat selular yang dijual atau dikirim ke California harus memiliki fitur anti pencurian mulai tahun depan.

Leno mengajak industri nirkabel untuk semakin berkembang sementara pencurian telepon pintar meningkat ke angka paling tinggi di negara bagian itu.

“Mereka punya pilihan. Mereka bisa menjadi bagian dari masalah atau sebaliknya menjadi solusi dari masalah, terutama karena sudah ada masalah yang muncul,'' kata Leno.

Leno dan Gascon mengatakan mereka yakin bahwa rancangan undang-undang ini akan menjadi yang pertama di Amerika. Gascon dan Schneiderman memberikan produsen perangkat mobile batas waktu hingga Juni 2014 untuk memberikan solusi dalam mengurangi pencurian telepon pintar.

Asosiasi Nirkabel CTIA, sebuah kelompok dagang untuk penyedia layanan nirkabel, mengatakan bahwa tombol pemadaman memiliki risiko serius, termasuk potensi kelemahan yang menguntungkan hacker sehingga bisa mematikan perangkat selular dan mengunci bukan hanya telepon pribadi namun juga telepon yang digunakan lembaga seperti Departemen Pertahanan, Badan Keamanan Dalam Negeri dan badan penegak hukum lainnya.

Asosiasi telah mengerjakan basis data nasional telepon yang dicuri yang diluncurkan November untuk menghilangkan pasar terhadap telepon pintar yang dicuri.

Hampir satu dari tiga pencurian di Amerika adalah pencurian telepon, menurut Komisi Komunikasi Federal. Perangkat selular yang hilang dan dicuri kebanyakan telepon pintar, merugikan konsumen lebih dari US$30 miliar pada 2012, kata badan itu dalam studinya.