Boko Haram Ancam Bunuh Ustad Muslim

Kekerasan di Nigeria akibat Boko Haram

Polisi Nigeria melaporkan 60 orang tewas Rabu pagi ketika para gerilyawan menyerang sebuah kota di Nigeria Utara.

Beberapa saksi mata menyalahkan kelompok militan Boko Haram, yang telah mengeluarkan ancaman baru untuk meledakkan kilang-kilang minyak dan membunuh para ustad Muslim berpengaruh.

Kota nelayan Bama telah empat kali diserang dalam dua tahun terakhir ini. Sejumlah orang tewas dan ratusan rumah dibakar.

Menurut beberapa laporan sekelompok laki-laki bersenjata di kota Bama hari Rabu menembaki orang-orang dan membakar rumah. Boko Haram mengeluarkan pernyataan lewat sebuah video yang mengatakan pihaknya berencana memperluas cakupan, untuk menyerang kilang-kilang minyak di Nigeria Selatan dan melanjutkan serangan terhadap para ustad Muslim yang tidak setuju dengan interpretasi keras hukum Islam.

Beberapa analis mengatakan berlanjutnya ancaman dan serangan Boko Haram ini merupakan tanda bahwa pemerintah Nigeria gagal menghentikan pemberontakan selama lebih dari empat tahun, meski telah memberlakukan keadaan darurat di tiga negara bagian selama lebih dari sembilan bulan.

Femi Odekunle, pakar kriminologi di Universitas Abuja mengatakan, “Pemerintah harus melipatgandakan upaya-upaya mereka dengan menggunakan lebih banyak orang dan lebih banyak sumber daya untuk menangani dan mencegah supaya mereka jangan menyebar ke bagian-bagian lain Nigeria.”

Dalam pernyataan melalui video, pemimpin yang mengklaim dirinya sebagai pemimpin Boko Haram, Abubakar Shekau, juga mengklaim bertanggungjawab atas pembunuhan Sheik Adam Albani, ustad Muslim berpengaruh yang juga pengecam kelompok pemberontak itu.

Militer Nigeria mengatakan pihaknya telah memukul mundur Boko Haram dan peningkatan serangan baru-baru ini menunjukkan peningkatan rasa putus asa diantara para pemberontak. Kepala Staf Nigeria Kenneth Minimah mengatakan kepada pasukannya di Nigeria Utara pekan ini bahwa tantangan-tantangan di Nigeria bukannya “tidak dapat diatasi.”

Tetapi Odekunle mengatakan ancaman Boko Haram ini memerlukan lebih dari sekedar tanggapan militer. Odekunle menambahkan Nigeria secara fisik punya kekuatan untuk mengalahkan Boko Haram, tetapi tidak punya kemauan politik,

AB Umar, bekas kapten Angkatan Laut, mengatakan beberapa serangan baru-baru ini di Nigeria Utara menunjukkan bahwa kelompok itu memperoleh lebih banyak dukungan dari yang diperkirakan.

“Bagaimana Boko Haram bisa datang ke bandara dan menyerang tempat itu yang dijaga oleh berbagai pos keamanan militer dan polisi? Bagaimana Boko Haram bisa pergi ke barak-barak dan menyerangnya dengan begitu banyaknya pos keamanan?”

Belum jelas siapa yang mendanai Boko Haram, tetapi mereka jelas punya dana cukup besar, ujar Umar. Walaupun warga di selatan Nigeria menganggap mereka telah bebas dari ancaman boko haram, AB Umar yakin Boko Haram mungkin memiliki peralatan dan sumber daya untuk terus berkembang.