Bir Produksi UKM Populer di Afrika Selatan

Produsen bir menyasar anak-anak muda Afrika Selatan yang gaya seperti terlihat dalam iklan South African Breweries ini. (Foto: South African Breweries)

Pemilik usaha kecil pembuatan bir Andre de Beer mengatakan bir dengan rasa khas dan diproduksi terbatas atau 'craft beer' berkualitas baik dan akan terus bertahan. (Foto: Darren Taylor)

Gilroy telah menjadi merek bir nasional namun masih mempertahankan kualitasnya yang tinggi sebagai bir produksi rumahan/industri kecil. (Foto: Darren Taylor)

Bir khas Afrika Selatan di sebuah bar di Johannesburg. (Foto: Darren Taylor)

Bir-bir komersial terus mendominasi industri bir Afrika Selatan, namun pembuatan bir dengan rasa yang khas dalam kuantitas mengarah ke pasar papan atas. (Foto: South African Breweries)

“Orang Afrika Selatan memiliki cita rasa yang spesifik," ujar Nuschka Botha dari Black Hose Brewery, memperlihatkan beragam racikan bir. "Kami tidak ingin sembarangan dan mencoba sesuatu yang gila." (Foto: Darren Taylor)

Semakin banyak warga Afrika Selatan yang menyukai rasa-rasa bir yang unik dan aroma bir-bir tertentu. (Foto: South African Breweries)

Bir sangat populer di Afrika Selatan sehingga setiap orang minum rata-rata 60 liter per tahun. (Foto: South African Breweries)

De Beer mengatakan tanaman hop adalah "hati dan jiwa" bir yang bagus. (Foto: South African Breweries)

Seperti banyak produsen bir lainnya, de Beer mulai membuat bir buatannya setelah kecewa dengan bir komersial yang diproduksi massal. (Foto: South African Breweries)

Perempuan-perempuan Afrika Selatan juga mulai minum bir, hal yang sebelumnya jarang terjadi. (Foto: South African Breweries)