Biden, Pemimpin Keuangan dan Teknologi, Bahas Keamanan Dunia Maya

  • Associated Press

Presiden AS Joe Biden dalam pertemuan dengan anggota tim keamanan nasional dan para pemimpin sektor swasta untuk membahas bagaimana "meningkatkan keamanan siber bangsa," di Ruang Timur di Gedung Putih di Washington, AS, 25 Agustus 2021. (Foto: REUTERS/Leah Millis)

Presiden Joe Biden, Rabu (25/8), melangsungkan pertemuan dengan para eksekutif puncak beberapa perusahaan teknologi raksasa dan lembaga keuangan terkemuka. Pertemuan itu dilakukan ketika Gedung Putih mendesak sektor swasta untuk membantu memperkuat pertahanan keamanan siber terhadap serangan yang semakin canggih.

KTT itu dilangsungkan ketika terjadi serangkaian serangan ransomware tanpa henti yang menarget infrastruktur penting, dan dalam beberapa kasus menyerang dengan memeras atau meminta pembayaran jutaan dolar dari perusahaan-perusahaan besar, serta operasi terlarang lain di dunia maya yang oleh pihak berwenang Amerika telah dikaitkan dengan peretas-peretas asing.

Dalam pidato sebelum pertemuan itu, Biden merujuk keamanan dunia maya sebagai “tantangan keamanan nasional utama” Amerika.

Presiden AS Joe Biden menyampaikan sambutannya saat bertemu dengan anggota tim keamanan nasional dan pemimpin sektor swasta untuk membahas bagaimana "meningkatkan keamanan siber negara," di Ruang Timur, Gedung Putih di Washington, AS, 25 Agustus. (Foto: Reuters/Leah Millis)

“Kenyataannya adalah sebagian besar infrastruktur penting dimiliki dan dioperasikan oleh sektor swasta, dan pemerintah federal tidak dapat menghadapi tantangan ini sendiri,” ujar Biden.

Ditambahkannya, “saya mengajak Anda semua yang ada di sini hari ini karena saya percaya Anda memiliki kekuatan, kapasitas dan tanggungjawab untuk meningkatkan standar keamanan di dunia maya.”

Meskipun ransomware adalah salah satu fokus pertemuan tersebut, tujuan pertemuan itu lebih luas. Selain itu juga difokuskan pada upaya mengidentifikasi “akar penyebab kegiatan siber yang berbahaya” dan cara-cara di mana sektor swasta dapat membantu meningkatkan keamanan, ujar seorang pejabat senior pemerintahan yang memberi pengarahan pada wartawan dengan syarat tidak disebut identitasnya.

Presiden AS Joe Biden selama pertemuan dengan anggota tim keamanan nasionalnya dan para pemimpin sektor swasta untuk membahas bagaimana "meningkatkan keamanan siber bangsa," di Ruang Timur, Gedung Putih, Washington, AS, 25 Agustus 2021. (Foto: REUTERS/Leah Millis)

CEO Teknologi Raksasa dan Keuangan Hadir

Associated Press melaporkan daftar undangan dalam pertemuan itu mencakup CEO Apple Tim Cook, CEO Amazon Andy Jassy, dan CEO Alphabeth Inc – perusahaan induk Google – Sundar Pichai. Ada pula CEO IBM, Microsoft dan Automatic Data Processing. Selain Biden, beberapa menteri kabinet dan pejabat keamanan nasional ikut mewakili pemerintah.

CEO Apple Inc Tim Cook mendengarkan saat Presiden AS Joe Biden menyampaikan pidato di Ruang Timur di Gedung Putih di Washington, AS, 25 Agustus 2021. (Foto: REUTERS/Leah Millis)

Beberapa eksekutif dalam industri keuangan juga hadir, antara lain CEO Bank of America dan JPMorgan Chase, serta perwakilan dari sektor energi, pendidikan dan asuransi.

Luasnya cakupan peserta yang hadir dalam pertemuan itu menggarisbawahi bagaimana serangan dunia maya telah melintasi hampir semua sektor perdagangan.

Bayar Uang Tebusan

Bulan Mei misalnya, para peretas yang terkait dengan kelompok siber yang berkantor di Rusia, meluncurkan serangan ransomware pada jalur pipa bahan bakar utama Amerika yang menyebabkan perusahaan itu terpaksa menghentikan operasinya untuk sementara waktu.

Beberapa minggu kemudian, pengolah daging terbesar di dunia, JBS SA, diserang oleh kelompok peretas berbeda.

BACA JUGA: Pemerintahan Biden Ingin Wajibkan Bisnis Ungkap Serangan Ransomware 

Dalam kedua kasus itu perusahaan-perusahaan itu terpaksa membayar uang tebusan jutaan dolar agar dapat kembali beroperasi.

Biden merujuk pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di mana ia mengatakan telah menegaskan harapannya agar Rusia meningkatkan langkah-langkah untuk mengendalikan kelompok-kelompok ransomware karena “mereka (Rusia.red) tahu di mana kelompok itu berada dan siapa mereka.” [em/lt]