Bentrokan Antar Pasukan, 6 Tewas di Yaman Selatan

Milisia Yaman pendukung Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi mengamankan bandara di kota Aden, Yaman selatan, Kamis (19/3).

Sedikitnya enam orang tewas dalam bentrokan antara pasukan-pasukan yang berseteru, pendukung mantan presiden negara itu, Kamis (19/3).

Sejumlah pejabat Yaman mengatakan, sedikitnya enam orang tewas dalam bentrokan antara pasukan-pasukan yang berseteru, yang masing-masing mendukung presiden negara itu yang diakui komunitas internasional dan mantan pemimpin yang digulingkan dalam pemberontakan rakyat tahun 2011.

Pasukan keamanan yang setia kepada pemimpin yang lama memerintah, Ali Abdullah Saleh, menyerang bandar udara internasional di Aden, di mana mereka memerangi milisi yang setia kepada Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi. Bentrokan tersebut mengakibatkan penutupan bandara itu.

Kedua pihak juga bertempur di bagian-bagian lain di kota pelabuhan itu.

Sumber-sumber mengatakan, para pejuang pro-Saleh dan dua milisi tewas dalam bentrokan itu. Sejumlah orang lainnya mengalami cedera.

Di ibukota, Sana’a, reporter VOA melaporkan, sebuah pesawat tempur yang diterbangkan dari Sana’a menyerang istana presiden di Aden. Ia mengatakan, pasukan yang setia kepada presiden menggunakan senjata anti-pesawat untuk menghalau pesawat itu setelah pesawat itu menembakkan sebuah misil ke istana.

Reporter VOA itu mengatakan, menurut seorang pembantu presiden, Abd-Rabbu Mansour Hadi selamat dan dalam kondisi aman.

Bulan lalu, Hadi melarikan diri dari rumahnya, di mana dia ditetapkan sebagai tahanan rumah oleh pemberontak Syiah Houthi yang menguasai ibukota Sana'a, dan yang menganggap Saleh sebagai sekutu.

Hadi lari ke Aden dalam upaya membentuk kembali kekuasaannya di negara yang terpecah secara politik itu. PBB, negara-negara Teluk dan beberapa negara Barat, termasuk AS, telah mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang mendukung Hadi.