Beirut Membangun Kembali

Pemandangan kota Beirut, Lebanon, di tepi laut. (VOA/V. Undritz)

Gedung-gedung di Beirut semakin tinggi sehingga orang sulit melihat pemandangan laut. (VOA/V. Undritz)

Derek menghiasi langit Beirut. (VOA/V. Undritz)

Place de l’Etoile suatu waktu merupakan lorong untuk para penembak jitu. Alun-alun ini secara perlahan direkonstruksi, termasuk menara jam kolonial Perancis. (VOA/V. Undritz)

Seorang bocah laki-laki dengan mainan senapan berpose dengan tentara Angkatan Darat Lebanon, yang berpatroli di Place de l’Etoile. (VOA/V. Undritz)

Rumah peninggalan era Ottoman yang sudah bobrok di seberang rumah lain bergaya sama yang masih terawat dengan baik. (VOA/V. Undritz)

Gempa kuat mengakibatkan amblesnya jalan raya di distrik Phan, provinsi Chiang Rai, Thailand utara.

Puing-puing gedung pemerintah kolonial Perancis dari 1920an yang hancur saat Perang Saudara, memperlihatkan pemandian jaman Romawi dari 2.000 tahun lalu. (VOA/V. Undritz)

Dengan demam membangun di Beirut, perlu waktu untuk menemukan sisa-sisa arkeologi dari periode Perang Saudara 1975-1990 Lebanese Civil War, hanya satu generasi yang lalu. (VOA/V. Undritz)

Gedung tua dan bobrok yang dulunya Hotel Holiday Inn, dengan semak-semak muncul dari yang dulunya Sky Bar, ada di tengah kota Beirut, pengingat perang saudara 15 tahun yang berakhir pada 1990. (VOA/V. Undritz)

Butik kelas atas dekat Holiday Inn lama, dimana tentara Lebanon menempatkan personel-personelnya. (VOA/V. Undritz)

Cahaya lampu Natal bersinar di sebuah mal di Beirut, Desember 2012. (VOA/V.Undritz)

Gedung apartemen yang tinggi di tepi Pantai St. George, Beirut. (VOA/V. Undritz)

Bazaar Natal yang menarik perhatian umat Kristen dan Muslim di Beirut. (VOA/V. Undritz)

Dekorasi Natal di makam kuno seorang sheik di kota tua Beirut. (VOA/V.Undritz)