Bank Sentral AS Perkirakan Kenaikan Inflasi, tapi Tak akan Signifikan

Gubernur Bank Sentral AS, Jerome Powell

Gubernur Bank Sentral Amerika, Federal Reserve, Jerome Powell mengakui bahwa Amerika tahun ini akan mengalami kenaikan tingkat inflasi, tetapi kenaikan harga tidak akan substansial.

Pasar saham dan sebagian ekonom resah dalam beberapa pekan ini bahwa pemulihan ekonomi Amerika yang diharapkan tahun ini seiring surutnya pandemi Covid-19 dan adanya stimulus triliunan dolar dari pemerintah, bisa mendorong kenaikan harga.

Kepada komisi keuangan di DPR, Selasa (23/3), Powell mengakui bahwa skenario itu memang bisa terjadi, tetapi kenaikan harga kemungkinan akan bersifat sementara.

BACA JUGA: Paket Bantuan COVID-19 AS, Termasuk Bantuan untuk Mahasiswa

The Fed memangkas suku bunga pinjaman acuan menjadi nol Maret lalu ketika pandemi dimulai. Juga pada 2020, the Fed meluncurkan kebijakan target baru inflasi supaya suku bunga tetap rendah sampai inflasi mencapai 2% dan tetap pada angka itu untuk memaksimalkan lapangan kerja.

Suku bunga nol dinilai sebagai salah satu pemicu kenaikan di pasar saham Amerika, Wall Street, dalam beberapa bulan ini. Akibatnya, pasar menjadi semakin resah bahwa kenaikan inflasi bisa mendorong The Fed menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diperkirakan.

Dalam laporan lain, data pemerintah, Selasa, menunjukkan penjualan rumah baru di Amerika anjlok hampir 20% pada Februari karena cuaca musim dingin yang buruk, membekukan pasar perumahan yang panas.

Penjualan turun 18,2 persen dari tingkat yang direvisi naik pada Januari, jauh lebih buruk dari perkiraan analis dan terburuk sejak Mei tahun lalu.

Penjualan rumah di AS anjlok bulan Februari (foto: ilustrasi)

Permintaan akan rumah tinggi meskipun pandemi Covid-19 secara lebih luas telah merugikan ekonomi Amerika. Menurut analis, penurunan tajam dalam penjualan bulan lalu antara lain disebabkan oleh pengetatan inventaris dan kenaikan harga yang membuat sebagian pembeli mengurungkan niat membeli rumah.

Namun penurunan itu dipertajam oleh cuaca musim dingin yang buruk, yang juga menyebabkan penurunan pada pembangunan rumah dan penjualan rumah yang ada.

Penjualan turun di semua wilayah, tetapi negara-negara bagian di barat tengah Amerika Serikat mengalami penurunan terbesar, hampir 38%. [ka/lt]