Astronot AS, Rusia Mulai Misi Terlama di Antariksa

Awak NASA untuk misi satu tahun, Scott Kelly (kiri) dan Mikhail Kornienko. (Foto: Dok)

Mereka akan tinggal selama setahun untuk menjalankan misi yang bertujuan untuk mempelajari efek jangka panjang dari gravitasi nol terhadap tubuh manusia.

Seorang astronot Amerika dan seorang kosmonot Rusia hari Sabtu (28/3) memulai misi yang memecahkan rekor, yaitu tinggal di antariksa selama setahun.

Mereka memasuki Stasiun Antariksa Internasional untuk menjalankan misi yang bertujuan untuk mempelajari efek jangka panjang dari gravitasi nol terhadap tubuh manusia.

Scott Kelly dan Mikhail Kornienko tiba di stasiun tersebut dengan menaiki roket Soyuz Rusia yang lepas landas dari Kazakhstan. Mereka didampingi oleh seorang kosmonot Rusia lainnya, Gennady Padalka, yang akan tinggal selama enam bulan durasi yang umum dari sebuah misi.

Kelly menulis pesan lewat Twitter, “Terima kasih banyak bagi para pihak yang telah menyukseskan peluncuran ini.”

Badan Antariksa AS, NASA, mengatakan data dari Kelly dan Kornienko “akan digunakan untuk menentukan apakah ada cara untuk mengurangi risiko misi jangka panjang di masa depan ke sebuah asteroid dan pada akhirnya ke Mars.”

Kelly memiliki saudara kembar, mantan astronot Mark Kelly, dan studi-studi lainnya akan dilakukan untuk “membandingkan data dari kakak beradik Kelly yang kembar identik untuk mengidentifikasi adanya perubahan yang disebabkan penerbangan antariksa,” kata NASA dalam blognya.

Kondisi yang patut diperhatikan termasuk melemahnya tulang dan kekebalan tubuh serta hilangnya daya penglihatan.

Ketiganya bergabung dengan tiga kru lainnya yang sudah berada di stasiun antariksa yaitu astronot AS Terry Virts, kosmonot Rusia Anton Shkaplerov dan Samantha Cristoforetti dari Italia.