AS Kurangi Anggaran untuk Riset Biomedis

Penelitian virus Ebola di sebuah lembaga riset medis di Amerika Serikat. (Foto: Dok)

Sementara anggaran riset di AS berkurang, China dan Jepang menaikkan anggarannya dalam lima tahun terakhir.
Anggaran yang dikeluarkan oleh Amerika Serikat untuk penelitian biomedis telah berkurang, dan sekarang hanya merepresentasikan kurang dari setengah anggaran riset di seluruh dunia.

The New England Journal of Medicine mengatakan anggaran riset di China dan Jepang telah naik secara dramatis dalam lima tahun terakhir, namun negara-negara itu masih menghabiskan sekitar setengah dari Amerika Serikat.

AS mendanai 51 persen dari riset biomedis dunia pada 2007, namun pada 2012 angka itu berkurang menjadi 45 persen. Para peneliti medis dan ekonom yang menyiapkan analisis baru mengatakan anggaran yang disediakan negara-negara Asia meningkat sepertiganya pada periode yang sama, dari 18 persen menjadi 24 persen. Investasi Eropa dalam riset medis tetap di 29 persen.

Analis-analis tersebut mengatakan penurunan anggaran AS dalam riset terutama karena berkurangnya investasi oleh industri swasta, meski lembaga-lembaga pemerintah seperti Lembaga Kesehatan Nasional juga telah mengurangi sumber-sumber dayanya.

Studi itu mengatakan bahwa pergeseran ke Asia untuk riset biomedis, termasuk uji-uji klinis untuk obat-obat baru, barangkali karena biaya tenaga kerja yang lebih murah dan regulasi yang tidak ketat dari pemerintah.

Analisis-analisis sebelumnya menunjukkan bahwa bagian AS untuk dana riset medis global adalah sampai 80 persen. Para penulis studi baru ini mencatat bahwa peran tradisional AS dalam anggaran riset dan pembangunan adalah vital terhadap kesehatan ekonomi jangka panjang negara tersebut, termasuk penciptaan lapangan kerja. Mereka mendesak para pemimpin untuk menyediakan lebih banyak dana untuk riset, dan untuk memberikan insentif pada perusahaan-perusahaan swasta untuk berinvestasi dalam riset kesehatan di Amerika Serikat.

Studi ini ada di dalam The New England Journal of Medicine edisi 2 Januari.