Jumlah warga yang bepergian mendekati waktu perayaan Thanksgiving, alias Hari Bersyukur, di Amerika Serikat mulai meningkat. Diperkirakan sebanyak 2,7 juta orang akan naik pesawat terbang pada Rabu (22/11) waktu setempat, sementara jutaan lainnya berencana untuk menyetir atau naik kereta api.
Antrean di Stasiun Moynihan Train Hall di Kota New York naik-turun sepanjang Rabu pagi. Beberapa pelancong memilih kereta api karena faktor kenyamanan atau harga yang lebih terjangkau, sementara lainnya hanya ingin menghindari kekacauan di bandara.
Matthew Hudnall dan Abby Greenbaum mudik dari Atlanta ke Boston melalui New York bersama putri mereka yang berusia lima tahun untuk mengunjungi keluarga. Mereka perlu berganti kereta sembilan kali untuk mencapai Boston dari titik keberangkatan.
“Saya rasa kami pikir naik kereta akan lebih tenang dan mengurangi stress daripada naik pesawat. Sejauh ini itu terbukti benar,” kata Greenbaum.
Your browser doesn’t support HTML5
Di Tengah Tingginya Inflasi, Harga Kalkun Thanksgiving Lebih Murah
Perusahaan kereta api Amtrak mengatakan, penumpang mungkin akan mengalami penundaan penerbangan karena tingginya volume penumpang akhir pekan ini.
Gwen Rock tinggal di Bronx dan pergi ke Massachusetts untuk mengunjungi sepupunya.
“Ini cara termudah untuk menuju tempat ia tinggal. Dan saya menghindari bandara. Dan saya sangat suka naik mereka. Indah dan menyenangkan, jadi saya menikmatinya,” kata Rock saat menunggu keretanya.
Rock mengaku sengaja menghindari bandara. “Terlalu banyak antrean, terlalu banyak orang, ada kemungkinan penerbangan dibatalkan atau ditunda. Saya tidak mau itu.”
Badan Cuaca Nasional memperkirakan terjadinya akumulasi salju di bagian utara New England pada Rabu, termasuk hujan salju setinggi 20,3 sentimeter di bagian utara Maine. Salju juga diperkirakan akan melanda Pegunungan Rocky bagian utara pada Hari Thanksgiving, membawa salju setebal 30 sentimeter ke beberapa bagian Wyoming pada Jumat (24/11). [rd/lt]