APD Tak Memadai, Dokter di Kenya Lancarkan Aksi Mogok

Para dokter dan petugas medis melakukan aksi unjuk rasa di Nairobi, Kenya (foto: dok).

Dokter di rumah-rumah sakit pemerintah Kenya hari Senin (21/12) memulai aksi mogok di seluruh negeri. Menurut serikat pekerja, aksi dilakukan karena tunjangan asuransi yang tidak memadai dan kurangnya alat pelindung diri saat merawat pasien COVID-19.

Serikat Praktisi Medis, Apoteker dan Dokter Gigi Kenya mengatakan di Twitter pada Minggu malam bahwa belum ada penyelesaian atas keluhan yang diajukan dalam delapan bulan ini.

"Pemerintah Kenya mengabaikan Kesejahteraan, Keselamatan & Kesehatan pekerja kesehatan," kata serikat tersebut. "Tidak ada ketentuan asuransi kesehatan, tidak ada tunjangan & kompensasi kecelakaan kerja & kurang memadainya APD yang berkualitas."

"Ini sangat menghambat perjuangan melawan COVID-19 di negara yang sangat kekurangan dokter," imbuh serikat itu.

Kenya melaporkan 349 kasus baru COVID-19 pada hari Minggu (20/12), dengan 6 kematian. Total jumlah kasus yang dikonfirmasi 94.500 dan jumlah kematian 1.639, kata kementerian kesehatan.

Virus corona telah menyebar ke daerah pedesaan di mana sistem kesehatan masyarakat lemah dan unit perawatan intensif (ICU), yang terbatas, penuh sehingga banyak pasien ditolak, kata petugas medis kepada kantor berita Reuters bulan ini.

Hampir 75 % kapasitas ICU Kenya terdapat di dua kota terbesar negara itu: Nairobi dan Mombasa. [ka/ab]