Angkatan Udara dan Angkatan Laut China melakukan latihan besar-besaran yang melibatkan jet-jet tempur, bomber dan kapal perang ke bagian selatan dan barat daya Taiwan pada hari Selasa, kata kementerian pertahanan Taiwan, sementara Beijing terus meningkatkan tekanan militernya terhadap Taipei.
China, yang menganggap Taiwan yang berpemerintahan demokratis sebagai teritorinya, selama tiga tahun terakhir telah mengirim pesawat-pesawat tempur secara teratur ke zona identifikasi pertahanan udara Taiwan (ADIZ), untuk mencoba dan memaksa pulau itu agar menerima kedaulatan China.
China melancarkan latihan perang di sekitar Taiwan pada Agustus dan April lalu, dan sejak Agustus telah secara teratur menerbangkan pesawat militernya melintasi garis median Selat Taiwan, yang sebelumnya menjadi pembatas tidak resmi antara keduanya.
BACA JUGA: Taiwan Langsungkan Uji Tembak MisilKementerian Pertahanan Taiwan, dalam pernyataan hari Rabu mengatakan bahwa dalam 24 jam terakhir pihaknya telah mendeteksi 32 pesawat Angkatan Udara China memasuki ADIZ, di antaranya berupa jet-jet tempur, helikopter dan pesawat peringatan dini.
Ini juga mencakup empat bomber H-6 berkemampuan nuklir yang terbang ke bagian selatan Taiwan dan ke Pasifik sebelum kembali ke China, menurut peta yang disediakan kementerian tersebut.
Selasa malam, kata kementerian itu, pesawat-pesawat Angkatan Udara China bertindak secara terkoordinasi dengan kapal-kapal China untuk melancarkan latihan bersama ke sebelah selatan Taiwan, dan bahwa empat kapal tempur China terlibat dalam “patroli kesiapan tempur.”
BACA JUGA: Taipei Sebut Angkatan Udara China Dekati Pantai TaiwanTaiwan mengirimkan pesawat dan kapalnya untuk memantau aktivitas China, tambah kementerian itu.
ADIZ adalah wilayah lebih luas yang dipantau dan dipatroli oleh Taiwan guna memberi waktu lebih banyak bagi pasukannya untuk menanggapi ancaman.
China tidak mengomentari latihan-latihan ini maupun yang telah lewat yang dilaporkan oleh Taiwan. [uh/ab]