Analis: Tewasnya Bin Laden akan Picu Balas Dendam di Indonesia

  • Fathiyah Wardah

Sidney Jones, pakar isu terorisme dari International Crisis Group.

Tewasnya pemimpin Al-Qaida, Osama Bin Laden tidak akan menghentikan aksi teror di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Direktur International Crisis Group Asia Tenggara, Sidney Jones.

Direktur International Crisis Group Asia Tenggara, Sidney Jones, khawatir tewasnya Osama bin Laden akan memicu aksi balas dendam oleh kelompok teroris di Indonesia. Itu, kata Jones, dikarenakan Osama bin Laden merupakan tokoh yang sangat dihormati dan dihargai oleh kelompok teroris di Indonesia.

Dalam pernyataannya kepada VOA di Jakarta, Senin, Jones juga mengatakan tewasnya pemimpin Al-Qaeda, Osama bin Laden tidak akan menghentikan aksi teror di Indonesia.

"Jangan pikir serangan terhadap target asing sudah selesai, walaupun untuk sementara diarahkan kepada polisi dan kepada pejabat-pejabat Indonesia," ujar Jones. "Yang kami lihat mereka bisa begitu cepat beradaptasi, dan kalau ada tewasnya orang yang begitu besar seperti Osama Bin Laden, bisa saja kita akan lihat aksi balas dendam walaupun dengan kapasitas yang jauh lebih rendah daripada yang sebelumnya."

Seorang warga Jakarta, Senin (2/5) menonton siaran televisi nasional yang mengabarkan tewasnya Osama bin Laden.



Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma’ruf Amin, berharap tidak akan ada
aksi balas dendam karena tewasnya pemimpin Al-Qaida, Osama bin Laden. Menurut Ma’ruf Amin, aksi teror itu tidak dibenarkan oleh agama manapun termasuk Islam. "Radikalisme adalah suatu pemahaman yang menyimpang, pemahaman yang distortif dan memahami nash, ayat secara tidak proporsional itu. MUI tidak pernah mentoleransi kekerasan kepada siapapun."

Sebelumnya Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyatakan bahwa pemimpin Al-Qaida, Osama bin Laden telah tewas terbunuh oleh pasukan Amerika Serikat di
sebuah kompleks di Abbottabad dekat Ibukota Islamabad, Pakistan.

Presiden Obama juga memastikan bahwa Amerika Serikat tidak pernah berperang dengan Islam. Osama bin Laden, kata Obama, bukanlah merupakan pemimpin orang Islam.

"Saya pastikan Amerika Serikat tidak akan pernah berperang dengan Islam. Saya tegaskan seperti juga ditegaskan Presiden Bush setelah 11 September. Kita tidak memerangi Islam. Osama bukan pemimpin orang Islam. Osama adalah pembantai orang-orang muslim di sejumlah negara termasuk di Amerika. Jadi, kematiannya harus disambut semua pihak yang menyakini perdamaian dan menjunjung nilai-nilai kemusiaan" ujar Obama.

Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono menjelaskan TNI dan Polri akan melakukan penjagaan khusus setelah tewasnya Osama Bin Laden. Ini dilakukan untuk mengantisipasiadanya serangan balik dari kelompok teroris.