Al-Qaida Klaim Serangan di Yaman

Seorang tentara mengarahkan senapan mesinnya ke jalan yang menuju Kementerian Pertahanan di menyusul serangan di Sana'a (5/12).

Pernyataan yang dikeluarkan melalui Twitter menyatakan serangan terjadi karena tempat itu “mengakomodasi ruang kontrol pesawat tak berawak dan para pakar Amerika.”
Al-Qaida di Semenanjung Arab telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap sebuah rumah sakit militer yang berdekatan dengan Kementerian Pertahanan yang menewaskan 52 orang Kamis (5/12).

Pernyataan yang dikeluarkan melalui Twitter Jumat oleh sayap media kelompok itu mengatakan mereka menyerang kompleks bangunan Kementerian Pertahanan di ibukota Sana’a karena tempat itu “mengakomodasi ruang kontrol pesawat tak berawak dan para pakar Amerika.”

Serangan dua tahap Kamis itu dimulai dengan pemboman mobil bunuh diri disusul oleh serangan oleh orang-orang bersenjata. Para pejabat mengatakan pelaku pemboman menabrakkan sebuah mobil bermuatan bahan peledak ke satu bagian kompleks itu saat para penyerang yang berjalan kaki melepaskan tembakan senapan otomatis ke bagian lain kompleks itu.

Ini merupakan serangan paling banyak menimbulkan korban tewas dalam kurun setahun lebih. Korban mencakup warga sipil, personel militer dan tenaga medis di rumah sakit. Kantor berita Yaman Saba menyatakan dua dokter asal Jerman, dua dari Vietnam dan satu lagi dari Yaman, tewas, begitu pula dua perawat asal Filipina dan satu lainnya dari India.

Presiden Yaman Abd-Rabbu Mansour Hadi kemudian meninjau kompleks itu, bertemu dengan para pejabat senior militer dan memerintahkan penyelidikan atas serangan itu.
Di Washington, seorang juru bicara Dewan Keamanan Nasional mengatakan Amerika mengutuk serangan itu dan menyampaikan belasungkawa mendalam terhadap keluarga para korban serangan brutal tersebut.