Akun Facebook Dapat Dikelola Orang Lain Setelah Pemiliknya Meninggal

  • Associated Press

Facebook membuat kemudahan untuk merencanakan kehidupan di Internet setelah meninggal.

Facebook akan mengizinkan para pengguna memilih seseorang yang akan mengelola akun mereka setelah mereka meninggal.

Jaringan sosial Internet terbesar di dunia itu mengatakan Kamis (12/2) bahwa mereka akan mengizinkan para pengguna memilih seseorang yang akan mengelola akun mereka setelah mereka meninggal. Sebelumya, akun-akun dijadikan "tempat memorial" setelah meninggal, atau dikunci jadi tidak ada seorang pun yang bisa masuk.

Namun Facebook mengatakan para penggunanya ingin lebih banyak pilihan. Dimulai di AS, para pengguna Facebook dapat memilih "kontak pewaris" untuk menulis di halaman mereka setelah mereka meninggal dunia, merespon pada permintaan teman baru dan memperbarui foto mereka. Para pengguna juga dapat menghapus akunnya setelah meninggal, yang sebelumnya tidak dimungkinkan.

Orang yang dipilih untuk mengelola akun tersebut tidak akan diberitahu tentang pilihan itu sampai akun pengguna yang telah meninggal dijadikan memorial. Facebook juga akan memberi pengingat tahunan akan pilihan pengguna.

Sang pewaris akan dapat mengunduh dan mengarsipkan foto, tulisan dan informasi profil setelah pengguna meninggal. Namun mereka tidak dapat mengakses pesan-pesan pribadi. Untuk masuk ke akun orang yang telah meninggal, mereka harus menggunakan akun mereka.

Perusahaan-perusahaan Internet lainnya juga menawarkan cara-cara untuk mengelola akun-akun setelah yang bersangkutan meninggal. Di Google, ada alat yang disebut "manajer akun non-aktif" yang membuat pengguna dapat memberikan opsi penghapusan data setelah tiga, enam atau 12 bulan tidak aktif. Atau pengguna dapat memilih seseorang, seperti orangtua atau pasangan, untuk menerima data tersebut. Alat itu tidak hanya mencakup surat elektronik tapi juga layanan-layanan Google lain seperti Google Plus, YouTube dan Blogger.

Sementara itu, Twitter akan menon-aktifkan akun pengguna jika dikontak anggota keluarga atau orang yang mendapat wewenang untuk bertindak atas namanya, setelah melakukan verifikasi bahwa tidak hanya pengguna tersebut sudah meninggal tapi bahwa akun Twitter tersebut memang miliknya, karena banyak orang tidak menggunakan nama lengkapnya di situs tersebut.