Ratusan aktivis memadati Balai Kota Atlanta, negara bagian Georgia, menjelang pemungutan suara dewan mengenai apakah akan menyetujui atau tidak, puluhan juta uang rakyat digunakan untuk pusat pelatihan polisi dan petugas pemadam kebakaran.
Pertemuan pada Senin (5/6) adalah puncak dari hampir dua tahun aktivisme menentang proyek yang dikecam dan disebut para aktivis sebagai "Kota Polisi."
Pusat pelatihan tersebut disetujui oleh Dewan Kota pada September 2021 tetapi membutuhkan suara tambahan untuk mendapatkan lebih banyak dana.
BACA JUGA: Tiga Terdakwa Agen China Ilegal di AS Mulai DiadiliLebih dari 350 orang mendaftar untuk berbicara pada Senin sore. Ratusan lainnya tidak bisa mendaftar tepat waktu, termasuk massa besar yang dicegah memasuki Balai Kota karena masalah kapasitas.
"Kami berada di sini untuk membela kepentingan kami di depan pemerintah yang tidak responsif ... terhadap gerakan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Dewan Kota," ujar Matthew Johnson, direktur eksekutif dari Beloved Community Ministries, sembuah lembaga sosial nonprofit. "Kami di sini untuk menghentikan lingkungan rasis dan militerisasi polisi. ... Kita perlu kembali fokus untuk memenuhi kebutuhan dasar dibandingkan mengharapkan polisi hadir sebagai satu-satunya solusi untuk menyelesaikan semua masalah sosial kita."
Sejumlah pihak yang menentang pembangunan pusat pelatihan tersebut mengatakan mereka takut bahwa fasilitas tersebut akan berujung pada militerisasi polisi yang lebih luas dan pembangunan fasilitas tersebut di area hutan kota yang luas akan memperparah kerusakan lingkungan pada wilayah area warga miskin yang kebanyakan dihuni oleh warga kulit hitam. Sejumlah demonstran telah berkemah di lokasi pembangunan fasilitas tersebut sejak tahun lalu dan polisi mengatakan mereka telah menyebabkan kerusakan dan menyerang sejumlah petugas. [ka/jm/rs]