Aksi Protes Gencatan Senjata di Gaza, Rabi Israel dan AS Diringkus Polisi

  • Associated Press

Polisi Israel menghalangi aktivis dan delegasi rabi Amerika dan Israel dari Rabbis for Ceasefire yang berbaris menuju penyeberangan Erez ke Jalur Gaza dengan bantuan makanan untuk warga sipil Gaza di Israel selatan, Jumat, 26 April 2024. (AP/Maya Alleruzzo)

Sekelompok rabi Amerika dan Israel berdemonstrasi di Israel Selatan dekat perbatasan dengan Gaza, Jumat (26/4), untuk menuntut gencatan senjata dan pengiriman bantuan ke Jalur Gaza.

Polisi Israel memblokir para pengunjuk rasa dan melakukan beberapa penangkapan. “Alasan demonstrasi kami hari ini adalah untuk memohon kepada Israel agar menghentikan kelaparan yang terjadi di Gaza dan mengakhiri pembunuhan yang terjadi di Gaza, dan menghentikannya, menghentikannya sekarang juga,” kata Rabi Brian Walt.

“Salah satu alasan kami melakukan hal ini saat ini adalah karena kami sedang merayakan Paskah,” kata Rabi Andrue Kahn dari Amerika Serikat.

Polisi Israel menyeret seorang pengunjuk rasa dalam aksi protes yang digelar oleh para Rabi Israel dan Amerika, dekat persimpangan Erez antara Israel dan jalur Gaza di sisi Israel, 26 April 2024. (REUTERS/Christophe Van Der Perre)

“Paskah adalah masa pembebasan kita. Dan kami ingin Paskah menjadi musim pembebasan bagi semua orang. Karena tidak ada orang yang bebas kecuali semua orang bebas.”

Pada hari Kamis, wakil kepala badan pangan PBB mengatakan Gaza Utara masih menghadapi kelaparan karena Israel belum mengizinkan pengiriman makanan setiap hari dan barang-barang penting lainnya untuk ratusan ribu orang yang sangat membutuhkan.

Carl Skau, wakil direktur eksekutif Program Pangan Dunia, mengatakan pada hari Kamis bahwa hanya sedikit kemajuan yang telah dicapai sejak Israel membuat komitmen pada tanggal 5 April untuk mempercepat pengiriman bantuan, namun itu belum cukup. [lt/uh]