India dan Perhimpunan Negara-Negara Asia Tenggara, ASEAN, menandatangani perjanjian perdagangan bebas hari Kamis, setelah mengadakan negosiasi selama enam tahun lebih.
Sebuah
pernyataan yang dikeluarkan ASEAN menyebutkan perjanjian itu akan meningkatkan
perdagangan tahunan antara India dan blok beranggota 10 negara itu hingga 60
miliar dolar dalam tujuh tahun mendatang.
Perjanjian ini akan mulai berlaku tahun depan, dan menetapkan penghapusan tariff impor terhadap 80 persen barang pada tahun 2016.
Kesepakatan
tersebut mencakup penghapusan tariff terhadap sejumlah produk seperti produk
elektronik, kimia, mesin, dan tekstil. Perjanjian tersebut mengecualikan
perangkat lunak komputer, teknologi informasi dan karet dari sektor pertanian
India.
Kesepakatan itu ditandatangani hari Kamis di Bangkok, dalam suatu pertemuan para menteri ekonomi ASEAN.
Krisda Piempongsant, jurubicara Departemen Perdagangan Thailand, yang menjadi tuan rumah pertemuan mengatakan, India memiliki pasar dengan penduduk 1,1 miliar orang dan ASEAN 550 juta orang. Kedua pasar yang dikombinasikan ini jauh lebih besar daripada Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan yang digabung.