Perdana Menteri Zimbabwe Morgan Tsvangirai akan bertemu dengan Presiden Amerika Barack Obama di Gedung Putih hari ini.
Menurut Gedung Putih, kedua pemimpin akan membicarakan "jalan ke depan yang sulit" bagi Zimbabwe, termasuk bagaimana Amerika Serikat dapat membantu "kekuatan-kekuatan reformasi" sementara mereka berusaha mewujutkan kekuasaan hukum, hak azasi yang lebih baik, dan pemilu yang adil.
Hari Kamis, Menteri Luar
Negeri Amerika Hillary Clinton mengatakan kepada Tsvangirai bahwa Amerika
Serikat ingin membantu Zimbabwe membangun kembali ekonominya tanpa menopang
korupsi atau penindasan. Dalam
keterangannya setelah pertemuan mereka di Washington, seorang jurubicara
mengatakan Departemen Luar Negeri Amerika sedang menjajaki cara untuk membantu
Zimbabwe pada jalan menuju reformasi, termasuk kemungkinan pemulihan bantuan
pembangunan.
Jurubicara itu juga mengatakan para pejabat sedang mencari cara memastikan Zimbabwe terus berada pada jalan menuju demokrasi.
Pemerintah Zimbabwe, yang dipimpin oleh Perdana Menteri Tsvangirai dan Presiden yang sudah lama Robert Mugabe, sedang berusaha mewujutkan pemulihan negara itu dari tahun-tahun kekacauan politik, produksi pangan yang turun, dan hiper-inflasi.