Saberi Mogok Makan di Penjara di Teheran

Ayah wartawati Amerika keturunan Iran, yang dipenjarakan di Teheran, Reza Saberi, menyatakan, puterinya, Roxana Saberi telah melakukan mogok makan untuk memprotes hukuman penjara 8 tahun terhadap dirinya karena tuduhan melakukan mata-mata.

Reza Saberi hari Sabtu mengatakan, puteriya, Roxana, telah 5 hari ini mogok makan dan akan terus menolak makan sampai pihak penguasa Iran membebaskannya dari penjara.

Pengacara Saberi , Abdolsamad Khorramshahi, telah naik banding atas penghukuman Roxana.

Pengadilan Iran menjatuhkan hukuman kepada reporter berusia 31 tahun itu, tanggal 18 April setelah ia dinyatakan bersalah dalam peradilan tertutup yang dikecam secara internasional. Departemen Luar Negeri Amerika menyatakan, tuduhan melakukan mata-mata itu tidak berdasar.

Presiden Iran Mahoud Ahmadinejad telah mengatakan tidak akan mencampuri kasus Roxana. Tetapi dia menyerukan kepada pengadilan agar menjamin bahwa Roxana dibolehkan membela diri sepenuhnya dalam proses naik banding.

Kepala pengadilan Iran telah memerintahkan agar pengadilan banding berlangsung cepat dan adil.