Dalai Lama akan Lepaskan Peran sebagai Pemimpin Politik Tibet

Dalai Lama pada acara perayaan ulang tahun pemberontakan rakyat Tibet terhadap Tiongkok, di Dharmsala, India, Kamis (10/3).

Walaupun mengundurkan diri sebagai pemimpin politik, Dalai Lama akan mempertahankan perannya sebagai pemimpin kerohanian rakyat Tibet.

Dalai Lama mengatakan dirinya akan melepaskan peran politiknya dan menyerahkan tanggung jawab tersebut kepada pemimpin terpilih pemerintah Tibet di pengasingan.

Pemimpin kerohanian yang sangat dihormati ini mengumumkan ini, Kamis, dalam pidato di Dharmsala, India, untuk memperingati ulang tahun pemberontakan rakyat Tibet tahun 1959 menentang kekuasaan Tiongkok.

Pemenang Hadiah Nobel tahun 1989 ini akan mempertahankan perannya sebagai pemimpin kerohanian rakyat Tibet. Dalai Lama mengatakan ia bertindak bagi kepentingan rakyat Tibet dan akan mengajukan amandemen undang-undang dasar saat waktu parlemen di pengasingan mengadakan sidang barunya nanti bulan ini.
,
Pemerintah di pengasingan juga akan memilih perdana menteri baru dari dari tiga calon, yang semuanya berlatar belakang sekuler. Tetapi perdana menteri yang akan meletakkan jabatan, Samdhong Rinpoche, mengatakan parlemen akan enggan melihat Dalai Lama mundur dan bahwa transisi tersebut akan menjadi “proses yang panjang dan sulit."