Sabtu, 23 Agustus 2014 Waktu UTC: 17:19

Kesempatan Bekerja Magang di VOA Washington

Sejak pertama kali diberikan di tahun 2008 para penerima program fellowship adalah jurnalis-jurnalis muda berbakat dan handal dengan kualitas profesional yang sangat baik. Kehadiran mereka telah memberikan dampak positif bagi pengembangan berbagai program radio, TV dan new media di VOA Indonesia. Setelah mengikuti program ini, banyak dari mereka kini memainkan peranan penting di sejumlah media di tanah air.

Program Fellowship ini terbuka untuk lulusan baru perguruan tinggi dalam bidang jurnalisme dan penyiaran atau para jurnalis yang memiliki pengalaman kurang dari tiga tahun di dunia penyiaran, media cetak, elektronik dan internet. Penguasaan Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia yang baik merupakan syarat mutlak bagi penerima fellowship ini.
 
Penerima fellowship juga akan memperoleh biaya transportasi, visa ke Amerika Serikat, asuransi kesehatan dan biaya hidup selama di Amerika.


Pendaftaran untuk periode tahun 2014-2015 telah ditutup dan penerima fellowship telah dipilih. 
 
Untuk informasi lebih lanjut mengenai fellowship ini silahkan hubungi kantor VOA Jakarta Telp: 021-5205355 atau email : fellowship@voanews.com, Facebook: VOA Indonesia, twitter: @VOAIndonesia, dan kunjungi website VOA di www.VOAindonesia.com.
 
Untuk informasi lebih lanjut mengenai PPIA dan program-program yang dimiliki, silahkan menghubungi: Ibu Attie Siringoringo, Ketua PPIA melalui Telp: 021-7918 1149; 790 1460. Fax: 021-7918 1148; e-mail: attiesiringoringo@yahoo.com. 


Tujuan Program Fellowship

Broadcasting Fellowship oleh PPIA-VOA adalah program kerjasama antara Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Amerika (PPIA) dengan Voice of America (VOA). Program ini memberi kesempatan berharga bagi para penyiar dan jurnalis muda Indonesia untuk mendapat pengalaman kerja di salah satu organisasi penyiaran internasional ternama, VOA di Washington, DC. Peserta akan bergabung dengan tim VOA Indonesia yang dinamis, di mana mereka akan mengembangkan keterampilan untuk memproduksi berita dan informasi lainnya sesuai dengan standar tinggi jurnalistik dan penyiaran VOA. Selama 6-12 bulan di AS, mereka memberi kontribusi kepada program multimedia VOA Indonesia di televisi, radio, internet dan ponsel untuk menyampaikan informasi yang akurat, berimbang dan obyektif bagi khalayak di Indonesia.

 

Konferensi Pers PPIA-VOA Broadcasting Fellowship 2014 di @america, Jakarta.Konferensi Pers PPIA-VOA Broadcasting Fellowship 2014 di @america, Jakarta.
Broadcasting Fellowship oleh PPIA-VOA juga merupakan perwujudan tujuan PPIA untuk meningkatkan pemahaman dan mempererat persahabatan antara Amerika Serikat dan Indonesia. Para peserta tak hanya memperoleh pengalaman profesional di VOA, mereka juga tinggal selama masa kerja tersebut di AS. Selama di sini, mereka berlaku sebagai duta tak resmi dari Indonesia di komunitas mereka di Amerika. Sekembalinya mereka ke Indonesia, mereka tidak hanya membawa kembali pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh di VOA, tapi juga dapat membagi pengalaman mereka hidup di Amerika dengan rekan, tetangga, teman dan keluarga mereka.


Ketentuan Fellowship

Setiap tahunnya, PPIA dan VOA memilih satu penyiar atau jurnalis muda. Mereka yang dapat melamar untuk program ini adalah lulusan baru perguruan tinggi, atau mereka yang telah memiliki pengalaman kerja tidak lebih dari tiga tahun.

PPIA menanggung biaya yang muncul selama proses seleksi, permohonan visa AS dan tiket pesawat ke dan dari Amerika bagi para peserta. Akomodasi, biaya hidup dan asuransi kesehatan di Amerika ditanggung dengan gaji peserta selama bekerja untuk VOA.

VOA menyediakan visa J-1 bagi para peserta. Dengan visa J-1, peserta diwajibkan untuk kembali ke Indonesia dan tinggal selama sekurang-kurangnya dua tahun, sebelum dapat melamar untuk bekerja atau tinggal di Amerika. Dengan demikian, peserta dapat menyalurkan pengetahuan dan pengalaman mereka di tanah air sekembalinya dari program ini.

Peserta yang terpilih tahunnya memulai bekerja untuk VOA di bulan April.

 

Yurgen Alifia menandatangani kontrak kerja dengan PPIA pada acara konferensi pers di @america, Jakarta.Yurgen Alifia menandatangani kontrak kerja dengan PPIA pada acara konferensi pers di @america, Jakarta.
Proses Seleksi

Tenggat waktu pendaftaran adalah 30 November. Dewan juri terdiri dari perwakilan PPIA dan VOA yang akan melakukan seleksi bertingkat terhadap para pelamar dan mengumumkan pemenang pada akhir Januari.


Pemenang Fellowship dari Tahun ke Tahun

Fellow yang terpilih untuk tahun 2008 adalah reporter Metro TV, Fauziah Erwin, dan Hanggapuri Anindita, pembawa acara Hard Rock FM. Sepulangnya ke Indonesia, Fauziah melanjutkan bekerja untuk Metro TV sebagai Kepala Biro Makassar, dan Hanggapuri menjadi Acting Program Director untuk Gen 98,7 FM Jakarta.

Pemenang untuk tahun 2009 adalah Esther Samboh dan Juanita Wiraatmaja. Esther adalah lulusan Fakultas Komunikasi Pelita Harapan dengan pengalaman di media cetak, seperti The Jakarta Post, majalah Hai, Cosmo Girl dan Trax. Sementara Juanita adalah presenter dan reporter untuk program Liputan 6 SCTV.

Pada tahun 2010, PPIA mendatangkan Nurina Asri Savitri dan Febriamy Hutapea. Nurina adalah reporter untuk MetroTV dan Febriamy adalah wartawan surat kabar berbahasa Inggris, The Jakarta Globe.

Tahun 2011, tiga jurnalis muda, Kartika Octaviana dari SunTV, Dewi Astuti dari Bisnis Indonesia dan Mahatma Putra, pembuat dokumenter dan fotografer freelance.


Dua jurnalis muda yang mendapat fellowship pada tahun 2012 adalah penyiar TraxFM Marsha Ryadi dan reporter Berita Satu Retno Lestari.

Jurnalis muda yang menerima fellowship pada tahun 2013 adalah reporter Metro TV Rafki Hidayat. Pemenang tahun 2014 adalah reporter dari MetroTV, Yurgen Alifia.

Latar Belakang PPIA

PPIA berdiri tahun 1959 dengan nama Lembaga Indonesia-Amerika (LIA). Tujuan utama organisasi nirlaba PPIA adalah untuk meningkatkan persahabatan antara warga Indonesia dan Amerika.


Untuk Informasi Selengkapnya

Attie Siringoringo
Ketua PPIA
MLI II Building, Lantai 2
Jl. MT Haryono Kav 49
Pancoran, Jakarta, DKI Jaya, 12770
http://www.ppia-online.org
+62-21 79181149 dan +62-21 7901460

 

 


Ikuti Kami

Video & Foto Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Pasukan Malaysia membawa salah satu jenazah dari pesawat  MH17 setibanya di Bandara Internasional Kuala Lumpur di Sepang, Malaysia. 20 jenasah korban penerbangan naas yang ditembak jatuh di atas wilayah Timur Ukraina bulan lalu itu diterbangkan dari Amsterdam.

     
  • Seorang pendukung Imran Khan, ketua partai politik Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI), dengan bendera Partai menutupi wajahnya mengikuti apa yang disebut-sebut sebagai Demonstrasi Kebebasan di Islamabad.

     
  • Truk - truk  bergerak menuju titik kontrol perbatasan antara Rusia dan Ukraina di Donetsk. Konvoi truk-truk bantuan Rusia yang pertama menyeberangi zona inspeksi Ukraina Jumat pagi.

     
  • Sebuah pohon yang sarat dengan buah pir pada saat panen di sebuah kebun di Hannut, dekat Liege, Belgia. Petani buah dan sayur Uni Eropa akan mendapatkan bantuan keuangan hingga 125 juta Euro (sekitar $167 juta) untuk membantu mereka mengatasi kebijakan Rusia yang melarang sebagian besar impor makanan dari negara-negara Barat, yang menyebabkan membanjirnya buah-buahan dan sayuran pada saat puncak masa panen.

     
  • Petugas polisi mencari para korban di lokasi tanah longsor yang menyapu wilayah pemukiman di lingkungan Asaminami di Hiroshima, Jepang Barat.  Hujan deras menunda pencarian pada hari Jumat di mana lebih dari 50 orang diyakini terkubur di bawah puing-puing.

     
  • Pengunjuk rasa Palestina menggunakan ketapel untuk melemparkan batu ke arah pasukan Israel mengikuti sebuah demonstrasi menentang serangan Israel di Gaza, di Betlehem, Tepi Barat.

     
  • Para pengikut Syiah Houthi berdoa dalam sebuah unjuk rasa mengecam kenaikan harga bahan bakar dan tuntutan terhadap pengunduran diri pemerintah di Sanaa, Yaman.

     
  • Sebuah pameran ditampilkan di museum daerah kebudayaan lokal yang rusak akibat serangan tembakan militer Ukraina, seperti dikatakan warga setempat di Donetsk, Ukraina Timur.
     
  • Seorang pengunjung melewati gambar Perawan Maria, pada saat ribuan orang Mesir Koptik merayakan Perayaan Assumption di Gereja Perawan Maria di Mostorod, Cairo timur.  Perayaan itu menandai kenaikan Perawan Maria ke surga.
     
  • Seorang pria dengan tato di kepalanya duduk di sebuah ruangan di Konvensi Internasional Tato Hong Kong Cina.  Hong Kong  mengadakan konvensi internasional tato yang kedua, dengan harapan akan mengubah persepsi mengenai tato di kota itu dimana orang bertato dikaitkan kuat dengan penjahat atau anggota kelompok kriminal.

     
  • Seorang demonstran pro-kemerdekaan melewati sebuah poster Coca-Cola saat ia membawa Bendera Basque "Ikurrina" ukuran besar dalam protes mendukung penggunaan bendera Basque dan bukan bendera Spanyol dalam acara-acara lokal di kota Bilbao, kota utara Basque Spanyol.

     
  • Rev Mpho Tutu (tengah), CEO dari Desmond dan Leah Tutu Foundation dan adalah putri Uskup Desmond Tutu, menutup wajahnya ketika berpartisipasi dengan para staf di lembaga itu dalam Tantangan Diguyur Air Es di Cape Town, Afrika Selatan.  Tantangan Diguyur Air Es  adalah sebuah inisiatif untuk meningkatkan kesadaran dan mencari dana untuk penyakit Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) juga dikenal sebagai Penyakit Syaraf Motorik (MND).

     
  • Seekor anak macan berusia delapan minggu melihat dari sebuah keranjang ketika ia diperlihatkan kepada media dan umum di kebun binatang Tierpark di Berlin, Jerman.  Macan tutul Jawa itu lahir di kebun binatang itu pada 17 Juni dari induknya yang bernama  Shinta. Anak macan itu  belum diberi nama.

     
  • Sebuah kapal pesiar melintasi Sungai Moselle dekat Trier, Jerman Barat.

     
  • Kendi-kendi ditampilkan untuk dijual di dalam sebuah lokakarya tembikar di desa Rashaya al-Foukhar di selatan Lebanon.
     
Galeri Foto

Galeri Foto Mahkamah Konstitusi Tolak Gugatan Prabowo-Hatta

Mahkamah Konstitusi Indonesia pada Kamis (21/8) secara aklamasi menegakkan hasil pemilihan presiden bulan lalu, membuka jalan bagi Joko Widodo untuk mengambil alih tampuk kepemimpinan di negara ini.
Galeri Foto

Galeri Foto Mengenang James Foley

James Foley, seorang wartawan warganegara Amerika, dibunuh oleh kelompok militan ISIS. Pembunuhannya direkam dalam sebuah video yang kemudian dirilis hari Selasa (19/8). ISIS mengklaim mereka pembunuhan tersebut sebagai pembalasan serangan udara AS di Irak utara.
 Aktivitas di Facebook