Sabtu, 23 Mei 2015 Waktu: 03:38

VOA Kembali Membuka Kesempatan Broadcasting Fellowship ke AS
 

Kesempatan bagi para jurnalis muda Indonesia untuk memperoleh fellowship selama 6 - 12 bulan di Voice of America (VOA) Washington, D.C. :

 

Apakah Anda seorang wartawan atau lulusan baru di bidang jurnalisme? Ingin merasakan bekerja di Amerika?.

 

Setiap tahun PPIA dan VOA secara konsisten telah mengirimkan jurnalis-jurnalis muda ke AS, dan untuk yang ke delapan kalinya, tahun ini  Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Amerika (PPIA) dan VOA  kembali  menawarkan kesempatan bekerja di VOA Indonesia di Washington DC selama 6 sampai 12  bulan melalui program PPIA-VOA Broadcasting Fellowship 2015/2016.

 

Program ini mencakup biaya perjalanan PP, akomodasi, biaya hidup, asuransi kesehatan, visa dan fiskal. Peluang ini terbuka bagi lulusan baru di bidang jurnalisme dan penyiaran, dan bagi wartawan dengan pengalaman maksimal tiga tahun di bidang penyiaran atau media cetak. 

 

Silakan klik di sini untuk mendapatkan formulir pendaftaran PPIA-VOA Broadcasting Fellowship 2015/2016.

 

Untuk informasi lebih lanjut mengenai fellowship ini silahkan hubungi kantor VOA Jakarta Telp: 021-5205355 atau email : fellowship@voanews.com, Facebook: VOA Indonesia, twitter: @VOAIndonesia, dan kunjungi website VOA di www.VOAindonesia.com.

 

Untuk informasi lebih lanjut mengenai PPIA dan program-program yang dimiliki, silahkan menghubungi: PPIA (Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Amerika), melalui Telp: 021-7918 1149; 021-79181148. Fax: 021-7918 1148

 

 

Tujuan Program Fellowship

Broadcasting Fellowship oleh PPIA-VOA adalah program kerjasama antara Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Amerika (PPIA) dengan Voice of America (VOA). Program ini memberi kesempatan berharga bagi para penyiar dan jurnalis muda Indonesia untuk mendapat pengalaman kerja di salah satu organisasi penyiaran internasional ternama, VOA di Washington, DC. Peserta akan bergabung dengan tim VOA Indonesia yang dinamis, di mana mereka akan mengembangkan keterampilan untuk memproduksi berita dan informasi lainnya sesuai dengan standar tinggi jurnalistik dan penyiaran VOA. Selama 6-12 bulan di AS, mereka memberi kontribusi kepada program multimedia VOA Indonesia di televisi, radio, internet dan ponsel untuk menyampaikan informasi yang akurat, berimbang dan obyektif bagi khalayak di Indonesia.

 

Konferensi Pers PPIA-VOA Broadcasting Fellowship 2014 di @america, Jakarta.Konferensi Pers PPIA-VOA Broadcasting Fellowship 2014 di @america, Jakarta.

Broadcasting Fellowship oleh PPIA-VOA juga merupakan perwujudan tujuan PPIA untuk meningkatkan pemahaman dan mempererat persahabatan antara Amerika Serikat dan Indonesia. Para peserta tak hanya memperoleh pengalaman profesional di VOA, mereka juga tinggal selama masa kerja tersebut di AS. Selama di sini, mereka berlaku sebagai duta tak resmi dari Indonesia di komunitas mereka di Amerika. Sekembalinya mereka ke Indonesia, mereka tidak hanya membawa kembali pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh di VOA, tapi juga dapat membagi pengalaman mereka hidup di Amerika dengan rekan, tetangga, teman dan keluarga mereka.


Ketentuan Fellowship

Setiap tahunnya, PPIA dan VOA memilih satu penyiar atau jurnalis muda. Mereka yang dapat melamar untuk program ini adalah lulusan baru perguruan tinggi, atau mereka yang telah memiliki pengalaman kerja tidak lebih dari tiga tahun.

PPIA menanggung biaya yang muncul selama proses seleksi, permohonan visa AS dan tiket pesawat ke dan dari Amerika bagi para peserta. Akomodasi, biaya hidup dan asuransi kesehatan di Amerika ditanggung dengan gaji peserta selama bekerja untuk VOA.

VOA menyediakan visa J-1 bagi para peserta. Dengan visa J-1, peserta diwajibkan untuk kembali ke Indonesia dan tinggal selama sekurang-kurangnya dua tahun, sebelum dapat melamar untuk bekerja atau tinggal di Amerika. Dengan demikian, peserta dapat menyalurkan pengetahuan dan pengalaman mereka di tanah air sekembalinya dari program ini.

Peserta yang terpilih tahunnya memulai bekerja untuk VOA di bulan April.

 

Yurgen Alifia menandatangani kontrak kerja dengan PPIA pada acara konferensi pers di @america, Jakarta.Yurgen Alifia menandatangani kontrak kerja dengan PPIA pada acara konferensi pers di @america, Jakarta.

Proses Seleksi

Tenggat waktu pendaftaran adalah 30 Desember. Dewan juri terdiri dari perwakilan PPIA dan VOA yang akan melakukan seleksi bertingkat terhadap para pelamar dan mengumumkan pemenang pada akhir Januari.


Pemenang Fellowship dari Tahun ke Tahun

Fellow yang terpilih untuk tahun 2008 adalah reporter Metro TV, Fauziah Erwin, dan Hanggapuri Anindita, pembawa acara Hard Rock FM. Sepulangnya ke Indonesia, Fauziah melanjutkan bekerja untuk Metro TV sebagai Kepala Biro Makassar, dan Hanggapuri menjadi Acting Program Director untuk Gen 98,7 FM Jakarta.

Pemenang untuk tahun 2009 adalah Esther Samboh dan Juanita Wiraatmaja. Esther adalah lulusan Fakultas Komunikasi Pelita Harapan dengan pengalaman di media cetak, seperti The Jakarta Post, majalah Hai, Cosmo Girl dan Trax. Sementara Juanita adalah presenter dan reporter untuk program Liputan 6 SCTV.

Pada tahun 2010, PPIA mendatangkan Nurina Asri Savitri dan Febriamy Hutapea. Nurina adalah reporter untuk MetroTV dan Febriamy adalah wartawan surat kabar berbahasa Inggris, The Jakarta Globe.

Tahun 2011, tiga jurnalis muda, Kartika Octaviana dari SunTV, Dewi Astuti dari Bisnis Indonesia dan Mahatma Putra, pembuat dokumenter dan fotografer freelance.


Dua jurnalis muda yang mendapat fellowship pada tahun 2012 adalah penyiar TraxFM Marsha Ryadi dan reporter Berita Satu Retno Lestari.

Jurnalis muda yang menerima fellowship pada tahun 2013 adalah reporter Metro TV Rafki Hidayat. Pemenang tahun 2014 adalah reporter dari MetroTV, Yurgen Alifia.

Latar Belakang PPIA

PPIA berdiri tahun 1959 dengan nama Lembaga Indonesia-Amerika (LIA). Tujuan utama organisasi nirlaba PPIA adalah untuk meningkatkan persahabatan antara warga Indonesia dan Amerika.


Untuk Informasi Selengkapnya

Lesly A.M. Kolopita, Executive Director PPIA
MLI II Building, Lantai 2
Jl. MT Haryono Kav 49
Pancoran, Jakarta, DKI Jaya, 12770
Tel: +62-21 7918 1148 dan +62-21 7918 1149

Fax: +62-21 7918 1148


Ikuti Kami

Video & Foto Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
i
|| 0:00:00
...  
🔇
X
  • Migran anak Rohingya, yang baru-baru ini tiba di Indonesia dengan menggunakan kapal, menangis ketika seorang sukarelawan memotong rambutnya di kompleks sementara untuk para pengungsi di Aceh Timur, provinsi Aceh, Indonesia.
  • Seorang anggota Snuff Puppets, kelompok teater boneka dari Melbourne Australia, 'menjilat' para komuter di stasiun kereta di Singapura. Kelompok tersebut berada di Singapura sebagai bagian dari program seni untuk merayakan ulang tahun ke-50 hubungan diplomasi antara Australia dan Singapura.
  • Para siswa menyaksikan presentasi ketika mereka duduk di kepompong yang merepresentasikan rahim ketika berkunjung ke pameran "Galeria Manusia: Evolusi Kita, Tubuh Kita" di Museum Sains Alam di Brussels, Belgia.
  • Seorang anggota keluarga korban yang dibantai berduka ketika tiba di masjid Imam Ali, lokasi bom bunuh diri di desa al-Qadeeh di provinsi timur Gatif, Arab Saudi.
  • Seorang demonstran mengambil ancang-ancang melemparkan batu ke arah polisi ketika protes menentang Presiden Burundi Pierre Nkurunziza dan keinginannya untuk mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga, Bujumbura, 21 Mei 2015.
  • Pembalap Astana Fabio Aru dari Italia, tersenyum ketika menerima ciuman di podium, mengenakan seragam kapten berwarna pink setelah tahap ke-13 sepajang 147 Km balapan sepeda Tour of Italy ke-98 dari Montecchio Maggiore ke Jesolo, Italia, 22 Mei 2015.
  • Seorang anak laki Palestina beristirahat di sofa tua di depan rumah kumuh di kota Gaza.
  • Seorang tamu mengenakan kacamata fancy berpose di karpet merah ketika tiba di pemutaran film, "The Assassin" (Nie yin niang), dalam Festival Film Cannes ke-68 di Cannes, Perancis selatan, 21 Mei 2015.
  • Seorang perempuan mengumpulkan batang tebu kering untuk menyalakan api untuk membuat gula merah di pinggiran Bengaluru, India.
  • Nina Sublatti, mewakili Georgia, membawakan lagu 'Warrior' dalam gladi resik babak final Eurovision Song Contest di ibukota Austria, Vienna.
  • Seekor kucing tampak di tempat penyelamatan hewan Asis di San Rafael de Heredia, Costa Rica, 21 Mei 2015.
Galeri Foto

Galeri Foto 22 Mei 2015

Video

Video Perayaan Dharma Shanti di Washington DC

Hari minggu kemarin, warga Bali di Washington DC merayakan Dharma Shanti, salah satu bagian dari rangkaian upacara Nyepi di Bali. Bagimana suasananya ikuti laporan tim VOA berikut ini.
Video

Video Masa Depan Kota Baltimore Pasca Kerusuhan

Sebagian wilayah kota Baltimore AS mencoba membangun kembali setelah ratusan tempat usaha hancur dalam kerusuhan dan demonstrasi anarkis yang terjadi bulan lalu. Pejabat memperkirakan kerugian sebesar 9 juta dolar, tapi warga yakin Baltimore akan berubah postif bila ada tambahan investasi dana.
Video

Video Tren Mencari dan Memakan Tanaman Liar di Kota

Meningkatnya minat warga AS terhadap makanan organik menyebabkan munculnya berbagai gerakan termasuk tren “urban foraging” untuk mencari dan memakan tanaman liar yang tumbuh di kota. Warga AS juga bisa mengikuti berbagai kursus dan tur mengenai urban foraging yang semakin banyak digelar.
Video

Video Kilas VOA 22 Mei 2015

Kelompok ISIS merebut kota bersejarah Palmyra, Suriah. Pulau buatan di wilayah yang disengketakan di Laut China Selatan. Darurat di California akibat tumpahan minyak. Pembukaan toko mainan Walt Disney terbesar di dunia.
 Aktivitas di Facebook