Jumat, 12 Februari 2016 Waktu: 20:55

    VOA Kembali Membuka Kesempatan Broadcasting Fellowship ke AS
     

    Kesempatan bagi para jurnalis muda Indonesia untuk memperoleh fellowship selama 6 - 12 bulan di Voice of America (VOA) Washington, D.C.

     

    Apakah Anda seorang wartawan atau lulusan baru di bidang jurnalisme? Ingin merasakan bekerja di Amerika?

     

    Setiap tahun Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Amerika (PPIA) dan VOA secara konsisten telah mengirimkan jurnalis-jurnalis muda ke AS. Sejak pertama kali diberikan pada tahun 2008 hingga kini, para penerima program fellowship adalah jurnalis-jurnalis muda berbakat dan handal dengan kualitas profesional yang sangat baik. Kehadiran mereka telah memberikan dampak positif bagi pengembangan berbagai program radio, TV dan new media di VOA Indonesia. Tahun ini menjadi tahun ke-9 penyelenggaraan Program Fellowship yang terbuka untuk lulusan baru perguruan tinggi dalam bidang jurnalisme dan penyiaran atau para jurnalis yang memiliki pengalaman kurang dari tiga tahun di dunia penyiaran, media cetak, elektronik dan internet. PPIA dan VOA  kembali  menawarkan kesempatan bekerja di VOA Indonesia di Washington DC selama 6 sampai 12  bulan melalui program PPIA-VOA Broadcasting Fellowship 2016/2017.

     

    Program ini mencakup biaya perjalanan PP, akomodasi, biaya hidup, asuransi kesehatan, visa dan fiskal. Peluang ini terbuka bagi lulusan baru di bidang jurnalisme dan penyiaran, dan bagi wartawan dengan pengalaman maksimal tiga tahun di bidang penyiaran atau media cetak. 

     

    Silakan klik di sini untuk mendapatkan formulir pendaftaran PPIA-VOA Broadcasting Fellowship 2016/2017.

     

    Kirimkan formulir pendaftaran yang telah diisi melalui email ke fellowship@voanews.com. Batas akhir pengiriman formulir pendaftaran adalah 31 Desember 2015 (waktu Indonesia).

     

    Untuk informasi lebih lanjut mengenai fellowship ini silahkan hubungi kantor VOA Jakarta Telp: 021-5205355 atau email: fellowship@voanews.com, Facebook: VOA Indonesia, twitter: @VOAIndonesia, dan kunjungi website VOA di www.VOAindonesia.com.

     

    Untuk informasi lebih lanjut mengenai PPIA dan program-program yang dimiliki, silahkan menghubungi Mr. Rudy Pesik, Ketua PPIA, melalui Telp: 021-7918 1149; 021-79181148. Fax: 021-7918 1148, email: info@ppia-aifa.org.

     

     

    Tujuan Program Fellowship

    Broadcasting Fellowship oleh PPIA-VOA adalah program kerjasama antara Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Amerika (PPIA) dengan Voice of America (VOA). Program ini memberi kesempatan berharga bagi para penyiar dan jurnalis muda Indonesia untuk mendapat pengalaman kerja di salah satu organisasi penyiaran internasional ternama, VOA di Washington, DC. Peserta akan bergabung dengan tim VOA Indonesia yang dinamis, di mana mereka akan mengembangkan keterampilan untuk memproduksi berita dan informasi lainnya sesuai dengan standar tinggi jurnalistik dan penyiaran VOA. Selama 6-12 bulan di AS, mereka memberi kontribusi kepada program multimedia VOA Indonesia di televisi, radio, internet dan ponsel untuk menyampaikan informasi yang akurat, berimbang dan obyektif bagi khalayak di Indonesia.

     

    Konferensi Pers PPIA-VOA Broadcasting Fellowship 2015 di @america, Jakarta.
    Konferensi Pers PPIA-VOA Broadcasting Fellowship 2015 di @america, Jakarta.

     

    Broadcasting Fellowship oleh PPIA-VOA juga merupakan perwujudan tujuan PPIA untuk meningkatkan pemahaman dan mempererat persahabatan antara Amerika Serikat dan Indonesia. Para peserta tak hanya memperoleh pengalaman profesional di VOA, mereka juga tinggal selama masa kerja tersebut di AS. Selama di sini, mereka berlaku sebagai duta tak resmi dari Indonesia di komunitas mereka di Amerika. Sekembalinya mereka ke Indonesia, mereka tidak hanya membawa kembali pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh di VOA, tapi juga dapat membagi pengalaman mereka hidup di Amerika dengan rekan, tetangga, teman dan keluarga mereka.

     


    Ketentuan Fellowship

    Setiap tahunnya, PPIA dan VOA memilih satu penyiar atau jurnalis muda. Mereka yang dapat melamar untuk program ini adalah lulusan baru perguruan tinggi, atau mereka yang telah memiliki pengalaman kerja tidak lebih dari tiga tahun.

    PPIA menanggung biaya yang muncul selama proses seleksi, permohonan visa AS dan tiket pesawat ke dan dari Amerika bagi para peserta. Akomodasi, biaya hidup dan asuransi kesehatan di Amerika ditanggung dengan gaji peserta selama bekerja untuk VOA.

    VOA menyediakan visa J-1 bagi para peserta. Dengan visa J-1, peserta diwajibkan untuk kembali ke Indonesia dan tinggal selama sekurang-kurangnya dua tahun, sebelum dapat melamar untuk bekerja atau tinggal di Amerika. Dengan demikian, peserta dapat menyalurkan pengetahuan dan pengalaman mereka di tanah air sekembalinya dari program ini.

    Peserta yang terpilih tahunnya memulai bekerja untuk VOA di bulan April.

     

    Stela Nau menandatangani kontrak kerja dengan PPIA pada acara konferensi pers di @america, Jakarta.
    Stela Nau menandatangani kontrak kerja dengan PPIA pada acara konferensi pers di @america, Jakarta.

    Proses Seleksi


    Tenggat waktu pendaftaran adalah 30 Desember. Dewan juri terdiri dari perwakilan PPIA dan VOA yang akan melakukan seleksi bertingkat terhadap para pelamar dan mengumumkan pemenang pada akhir Januari.


    Pemenang Fellowship dari Tahun ke Tahun

    Fellow yang terpilih untuk tahun 2008 adalah reporter Metro TV, Fauziah Erwin, dan Hanggapuri Anindita, pembawa acara Hard Rock FM. Sepulangnya ke Indonesia, Fauziah melanjutkan bekerja untuk Metro TV sebagai Kepala Biro Makassar, dan Hanggapuri menjadi Acting Program Director untuk Gen 98,7 FM Jakarta.

    Pemenang untuk tahun 2009 adalah Esther Samboh dan Juanita Wiraatmaja. Esther adalah lulusan Fakultas Komunikasi Pelita Harapan dengan pengalaman di media cetak, seperti The Jakarta Post, majalah Hai, Cosmo Girl dan Trax. Sementara Juanita adalah presenter dan reporter untuk program Liputan 6 SCTV.

    Pada tahun 2010, PPIA mendatangkan Nurina Asri Savitri dan Febriamy Hutapea. Nurina adalah reporter untuk MetroTV dan Febriamy adalah wartawan surat kabar berbahasa Inggris, The Jakarta Globe.

    Tahun 2011, tiga jurnalis muda, Kartika Octaviana dari SunTV, Dewi Astuti dari Bisnis Indonesia dan Mahatma Putra, pembuat dokumenter dan fotografer freelance.


    Dua jurnalis muda yang mendapat fellowship pada tahun 2012 adalah penyiar TraxFM Marsha Ryadi dan reporter Berita Satu Retno Lestari.

    Reporter Metro TV, Rafki Hidayat adalah jurnalis muda yang menerima fellowship pada tahun 2013, diikuti oleh Yurgen Alifia yang juga reporter dari Metro TV, sebagai penerima fellowship pada tahun tahun 2014.


    Tahun ini, Stela Nau, yang juga merupakan reporter muda Metro TV, sedang menjalani program fellowship di Washington D.C.


    Latar Belakang PPIA

    PPIA berdiri tahun 1959 dengan nama Lembaga Indonesia-Amerika (LIA). Tujuan utama organisasi nirlaba PPIA adalah untuk meningkatkan persahabatan antara warga Indonesia dan Amerika.


    Untuk Informasi Selengkapnya

    Lesly A.M. Kolopita, Executive Director PPIA
    MLI II Building, Lantai 2
    Jl. MT Haryono Kav 49
    Pancoran, Jakarta, DKI Jaya, 12770
    Tel: +62-21 7918 1148 dan +62-21 7918 1149

    Fax: +62-21 7918 1148


    Ikuti Kami

    Video & Foto Terbaru

    JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
    Meningkatnya Popularitas Coklat Gourmet di Amerikai
    X
    Ariadne Budianto
    12.02.2016
    Amerika Serikat merupakan pasar terbesar coklat dunia. Dalam beberapa tahun terakhir angka penjualan coklat ‘gourmet’, cenderung meningkat. Padahal harganya jauh lebih mahal daripada coklat yang biasa kita temui di supermarket. Ikuti liputan tim VOA dari The Chocolate House di Washington DC.
    Video

    Video Meningkatnya Popularitas Coklat Gourmet di Amerika

    Amerika Serikat merupakan pasar terbesar coklat dunia. Dalam beberapa tahun terakhir angka penjualan coklat ‘gourmet’, cenderung meningkat. Padahal harganya jauh lebih mahal daripada coklat yang biasa kita temui di supermarket. Ikuti liputan tim VOA dari The Chocolate House di Washington DC.
    Video

    Video Belajar Sambil Mencicip di Festival Coklat McLean

    Mari berkunjung ke McLean Chocolate Festival yang ke-5, dalam liputan tim VOA berikut ini. Pengunjung tidak hanya bisa mencicipi, tapi juga beranjak ke masa lalu dan belajar tentang metode pengolahan coklat masa kolonial Amerika.
    Video

    Video Aplikasi Dokter Virtual untuk Pemerataan Layanan Kesehatan

    Sebentar lagi, semakin banyak warga di dunia yang bisa mengakses layanan kesehatan dari pakar-pakar dunia medis ternama dunia, berkat bantuan sebuah aplikasi ponsel yang sedang dikembangkan tim Universitas Southern California. Ikuti liputan selengkapnya bersama tim VOA dari Los Angeles, California.
    Video

    Video Pertemuan Pasangan Lewat Instagram

    Sekarang ini, semakin banyak orang bertemu calon pacar atau bahkan calon suami atau istri lewat Facebook. Tetapi bagaimana dengan Instagram dan aplikasi socmed sejenis? Ternyata, Instagram yang lebih banyak untuk sharing foto dan seni grafis ini, juga bisa mempertemukan pasangan.
    Video

    Video Upaya Kamboja Membangun Industri Manufaktur

    Setelah puluhan tahun tumbuh pesat karena dipacu industri garmen, Kamboja mulai bergeser ke industri manufaktur ringan yang lebih canggih. Mayoritas industri ini dibangun perusahaan asal Jepang di zona ekonomi khusus Kamboja yang didirikan untuk menjadi mata rantai pasokan manufaktur regional.
     Aktivitas di Facebook