Senin, 24 Nopember 2014 Waktu UTC: 12:15

VOA Kembali Membuka Kesempatan Broadcasting Fellowship ke AS
 

Kesempatan bagi para jurnalis muda Indonesia untuk memperoleh fellowship selama 6 - 12 bulan di Voice of America (VOA) Washington, D.C. :

 

Apakah Anda seorang wartawan atau lulusan baru di bidang jurnalisme? Ingin merasakan bekerja di Amerika?.

 

Setiap tahun PPIA dan VOA secara konsisten telah mengirimkan jurnalis-jurnalis muda ke AS, dan untuk yang ke delapan kalinya, tahun ini  Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Amerika (PPIA) dan VOA  kembali  menawarkan kesempatan bekerja di VOA Indonesia di Washington DC selama 6 sampai 12  bulan melalui program PPIA-VOA Broadcasting Fellowship 2015/2016.

 

Program ini mencakup biaya perjalanan PP, akomodasi, biaya hidup, asuransi kesehatan, visa dan fiskal. Peluang ini terbuka bagi lulusan baru di bidang jurnalisme dan penyiaran, dan bagi wartawan dengan pengalaman maksimal tiga tahun di bidang penyiaran atau media cetak. 

 

Silakan klik di sini untuk mendapatkan formulir pendaftaran PPIA-VOA Broadcasting Fellowship 2015/2016.

 

Untuk informasi lebih lanjut mengenai fellowship ini silahkan hubungi kantor VOA Jakarta Telp: 021-5205355 atau email : fellowship@voanews.com, Facebook: VOA Indonesia, twitter: @VOAIndonesia, dan kunjungi website VOA di www.VOAindonesia.com.

 

Untuk informasi lebih lanjut mengenai PPIA dan program-program yang dimiliki, silahkan menghubungi: Lesly A.M. Kolopita, Executive Director PPIA, melalui Telp: 021-7918 1149; 790 1460. Fax: 021-7918 1148

 

 

Tujuan Program Fellowship

Broadcasting Fellowship oleh PPIA-VOA adalah program kerjasama antara Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Amerika (PPIA) dengan Voice of America (VOA). Program ini memberi kesempatan berharga bagi para penyiar dan jurnalis muda Indonesia untuk mendapat pengalaman kerja di salah satu organisasi penyiaran internasional ternama, VOA di Washington, DC. Peserta akan bergabung dengan tim VOA Indonesia yang dinamis, di mana mereka akan mengembangkan keterampilan untuk memproduksi berita dan informasi lainnya sesuai dengan standar tinggi jurnalistik dan penyiaran VOA. Selama 6-12 bulan di AS, mereka memberi kontribusi kepada program multimedia VOA Indonesia di televisi, radio, internet dan ponsel untuk menyampaikan informasi yang akurat, berimbang dan obyektif bagi khalayak di Indonesia.

 

Konferensi Pers PPIA-VOA Broadcasting Fellowship 2014 di @america, Jakarta.Konferensi Pers PPIA-VOA Broadcasting Fellowship 2014 di @america, Jakarta.

Broadcasting Fellowship oleh PPIA-VOA juga merupakan perwujudan tujuan PPIA untuk meningkatkan pemahaman dan mempererat persahabatan antara Amerika Serikat dan Indonesia. Para peserta tak hanya memperoleh pengalaman profesional di VOA, mereka juga tinggal selama masa kerja tersebut di AS. Selama di sini, mereka berlaku sebagai duta tak resmi dari Indonesia di komunitas mereka di Amerika. Sekembalinya mereka ke Indonesia, mereka tidak hanya membawa kembali pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh di VOA, tapi juga dapat membagi pengalaman mereka hidup di Amerika dengan rekan, tetangga, teman dan keluarga mereka.


Ketentuan Fellowship

Setiap tahunnya, PPIA dan VOA memilih satu penyiar atau jurnalis muda. Mereka yang dapat melamar untuk program ini adalah lulusan baru perguruan tinggi, atau mereka yang telah memiliki pengalaman kerja tidak lebih dari tiga tahun.

PPIA menanggung biaya yang muncul selama proses seleksi, permohonan visa AS dan tiket pesawat ke dan dari Amerika bagi para peserta. Akomodasi, biaya hidup dan asuransi kesehatan di Amerika ditanggung dengan gaji peserta selama bekerja untuk VOA.

VOA menyediakan visa J-1 bagi para peserta. Dengan visa J-1, peserta diwajibkan untuk kembali ke Indonesia dan tinggal selama sekurang-kurangnya dua tahun, sebelum dapat melamar untuk bekerja atau tinggal di Amerika. Dengan demikian, peserta dapat menyalurkan pengetahuan dan pengalaman mereka di tanah air sekembalinya dari program ini.

Peserta yang terpilih tahunnya memulai bekerja untuk VOA di bulan April.

 

Yurgen Alifia menandatangani kontrak kerja dengan PPIA pada acara konferensi pers di @america, Jakarta.Yurgen Alifia menandatangani kontrak kerja dengan PPIA pada acara konferensi pers di @america, Jakarta.

Proses Seleksi

Tenggat waktu pendaftaran adalah 30 November. Dewan juri terdiri dari perwakilan PPIA dan VOA yang akan melakukan seleksi bertingkat terhadap para pelamar dan mengumumkan pemenang pada akhir Januari.


Pemenang Fellowship dari Tahun ke Tahun

Fellow yang terpilih untuk tahun 2008 adalah reporter Metro TV, Fauziah Erwin, dan Hanggapuri Anindita, pembawa acara Hard Rock FM. Sepulangnya ke Indonesia, Fauziah melanjutkan bekerja untuk Metro TV sebagai Kepala Biro Makassar, dan Hanggapuri menjadi Acting Program Director untuk Gen 98,7 FM Jakarta.

Pemenang untuk tahun 2009 adalah Esther Samboh dan Juanita Wiraatmaja. Esther adalah lulusan Fakultas Komunikasi Pelita Harapan dengan pengalaman di media cetak, seperti The Jakarta Post, majalah Hai, Cosmo Girl dan Trax. Sementara Juanita adalah presenter dan reporter untuk program Liputan 6 SCTV.

Pada tahun 2010, PPIA mendatangkan Nurina Asri Savitri dan Febriamy Hutapea. Nurina adalah reporter untuk MetroTV dan Febriamy adalah wartawan surat kabar berbahasa Inggris, The Jakarta Globe.

Tahun 2011, tiga jurnalis muda, Kartika Octaviana dari SunTV, Dewi Astuti dari Bisnis Indonesia dan Mahatma Putra, pembuat dokumenter dan fotografer freelance.


Dua jurnalis muda yang mendapat fellowship pada tahun 2012 adalah penyiar TraxFM Marsha Ryadi dan reporter Berita Satu Retno Lestari.

Jurnalis muda yang menerima fellowship pada tahun 2013 adalah reporter Metro TV Rafki Hidayat. Pemenang tahun 2014 adalah reporter dari MetroTV, Yurgen Alifia.

Latar Belakang PPIA

PPIA berdiri tahun 1959 dengan nama Lembaga Indonesia-Amerika (LIA). Tujuan utama organisasi nirlaba PPIA adalah untuk meningkatkan persahabatan antara warga Indonesia dan Amerika.


Untuk Informasi Selengkapnya

Lesly A.M. Kolopita, Executive Director PPIA
MLI II Building, Lantai 2
Jl. MT Haryono Kav 49
Pancoran, Jakarta, DKI Jaya, 12770
+62-21 7918 1149 dan +62-21 790 1460

 


Ikuti Kami

Video & Foto Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
BBM oh BBMi
X
Patsy Widakuswara, Ian Umar
24.11.2014
Pencabutan subsidi BBM di tanah air menimbulkan kontriversi, sementara di Amerika pengendara justru bersyukur akan murahnya harga BBM, yang mencapai titik terendah dalam empat tahun terakhir. Selengkapnya ikuti penjelasan teman2 VOA, Patsy Widakuswara dan Ian Umar dari Washington DC.
Video

Video BBM oh BBM

Pencabutan subsidi BBM di tanah air menimbulkan kontriversi, sementara di Amerika pengendara justru bersyukur akan murahnya harga BBM, yang mencapai titik terendah dalam empat tahun terakhir. Selengkapnya ikuti penjelasan teman2 VOA, Patsy Widakuswara dan Ian Umar dari Washington DC.
Video

Video Strategi 'Price Check' untuk Siasati Penjualan Online

Jum'at, 28 November mendatang adalah awal musim belanja di Amerika yang bisa memasok 20 persen laba tahunan peritel. Tahun ini, peritel mendapat angin segar dari pulihnya perekonomian, tetapi juga ditantang oleh semakin meningkatnya penjualan online, seperti dikabarkan tim VOA dari Washington, D.C.
Video

Video Dampak Kebijakan Imigrasi Obama bagi WNI yang Terancam Deportasi

Kebijakan keimigrasian yang diumumkan oleh Presiden AS Barack Obama akhir minggu lalu, akan berdampak pada nasib jutaan imigran ilegal di Amerika yang berasal dari berbagai negara, termasuk dari Indonesia. Selengkapnya ikuti laporan tim VOA dari Washington DC.
Video

Video Kilas VOA 24 November 2014

Menlu 7 negara bertemu di Wina, menjelang tenggat waktu perundingan nuklir Iran. Gempa 5,9 richter mengguncang Sichuan, China. Paus Fransiskus meng-kanonisasi 6 orang menjadi Santo. Sapi bernama Manikyam memecahkan rekor dunia Guinness, sebagai sapi terpendek di dunia setinggi 61,5 sentimeter.
Video

Video LSM Bantu Atasi Masalah Sosial di Kota Oakland AS

Banyak kota di AS menghadapi masalah tingginya tingkat pengangguran, kejahatan dengan kekerasan, dan berbagai masalah sosial lainnya. Karena itu sejumlah LSM di kota Oakland, California mencoba mengatasi masalah itu lewat beragam program komunitas di tingkat akar rumput.
 Aktivitas di Facebook