Selasa, 24 Mei 2016 Waktu: 16:51

    VOA Kembali Membuka Kesempatan Broadcasting Fellowship ke AS
     

    Kesempatan bagi para jurnalis muda Indonesia untuk memperoleh fellowship selama 6 - 12 bulan di Voice of America (VOA) Washington, D.C.

     

    Apakah Anda seorang wartawan atau lulusan baru di bidang jurnalisme? Ingin merasakan bekerja di Amerika?

     

    Setiap tahun Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Amerika (PPIA) dan VOA secara konsisten telah mengirimkan jurnalis-jurnalis muda ke AS. Sejak pertama kali diberikan pada tahun 2008 hingga kini, para penerima program fellowship adalah jurnalis-jurnalis muda berbakat dan handal dengan kualitas profesional yang sangat baik. Kehadiran mereka telah memberikan dampak positif bagi pengembangan berbagai program radio, TV dan new media di VOA Indonesia. Tahun ini menjadi tahun ke-9 penyelenggaraan Program Fellowship yang terbuka untuk lulusan baru perguruan tinggi dalam bidang jurnalisme dan penyiaran atau para jurnalis yang memiliki pengalaman kurang dari tiga tahun di dunia penyiaran, media cetak, elektronik dan internet. PPIA dan VOA  kembali  menawarkan kesempatan bekerja di VOA Indonesia di Washington DC selama 6 sampai 12  bulan melalui program PPIA-VOA Broadcasting Fellowship 2016/2017.

     

    Program ini mencakup biaya perjalanan PP, akomodasi, biaya hidup, asuransi kesehatan, visa dan fiskal. Peluang ini terbuka bagi lulusan baru di bidang jurnalisme dan penyiaran, dan bagi wartawan dengan pengalaman maksimal tiga tahun di bidang penyiaran atau media cetak. 

     

    Silakan klik di sini untuk mendapatkan formulir pendaftaran PPIA-VOA Broadcasting Fellowship 2016/2017.

     

    Kirimkan formulir pendaftaran yang telah diisi melalui email ke fellowship@voanews.com. Batas akhir pengiriman formulir pendaftaran adalah 31 Desember 2015 (waktu Indonesia).

     

    Untuk informasi lebih lanjut mengenai fellowship ini silahkan hubungi kantor VOA Jakarta Telp: 021-5205355 atau email: fellowship@voanews.com, Facebook: VOA Indonesia, twitter: @VOAIndonesia, dan kunjungi website VOA di www.VOAindonesia.com.

     

    Untuk informasi lebih lanjut mengenai PPIA dan program-program yang dimiliki, silahkan menghubungi Mr. Rudy Pesik, Ketua PPIA, melalui Telp: 021-7918 1149; 021-79181148. Fax: 021-7918 1148, email: info@ppia-aifa.org.

     

     

    Tujuan Program Fellowship

    Broadcasting Fellowship oleh PPIA-VOA adalah program kerjasama antara Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Amerika (PPIA) dengan Voice of America (VOA). Program ini memberi kesempatan berharga bagi para penyiar dan jurnalis muda Indonesia untuk mendapat pengalaman kerja di salah satu organisasi penyiaran internasional ternama, VOA di Washington, DC. Peserta akan bergabung dengan tim VOA Indonesia yang dinamis, di mana mereka akan mengembangkan keterampilan untuk memproduksi berita dan informasi lainnya sesuai dengan standar tinggi jurnalistik dan penyiaran VOA. Selama 6-12 bulan di AS, mereka memberi kontribusi kepada program multimedia VOA Indonesia di televisi, radio, internet dan ponsel untuk menyampaikan informasi yang akurat, berimbang dan obyektif bagi khalayak di Indonesia.

     

    Konferensi Pers PPIA-VOA Broadcasting Fellowship 2015 di @america, Jakarta.
    Konferensi Pers PPIA-VOA Broadcasting Fellowship 2015 di @america, Jakarta.

     

    Broadcasting Fellowship oleh PPIA-VOA juga merupakan perwujudan tujuan PPIA untuk meningkatkan pemahaman dan mempererat persahabatan antara Amerika Serikat dan Indonesia. Para peserta tak hanya memperoleh pengalaman profesional di VOA, mereka juga tinggal selama masa kerja tersebut di AS. Selama di sini, mereka berlaku sebagai duta tak resmi dari Indonesia di komunitas mereka di Amerika. Sekembalinya mereka ke Indonesia, mereka tidak hanya membawa kembali pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh di VOA, tapi juga dapat membagi pengalaman mereka hidup di Amerika dengan rekan, tetangga, teman dan keluarga mereka.

     


    Ketentuan Fellowship

    Setiap tahunnya, PPIA dan VOA memilih satu penyiar atau jurnalis muda. Mereka yang dapat melamar untuk program ini adalah lulusan baru perguruan tinggi, atau mereka yang telah memiliki pengalaman kerja tidak lebih dari tiga tahun.

    PPIA menanggung biaya yang muncul selama proses seleksi, permohonan visa AS dan tiket pesawat ke dan dari Amerika bagi para peserta. Akomodasi, biaya hidup dan asuransi kesehatan di Amerika ditanggung dengan gaji peserta selama bekerja untuk VOA.

    VOA menyediakan visa J-1 bagi para peserta. Dengan visa J-1, peserta diwajibkan untuk kembali ke Indonesia dan tinggal selama sekurang-kurangnya dua tahun, sebelum dapat melamar untuk bekerja atau tinggal di Amerika. Dengan demikian, peserta dapat menyalurkan pengetahuan dan pengalaman mereka di tanah air sekembalinya dari program ini.

    Peserta yang terpilih tahunnya memulai bekerja untuk VOA di bulan April.

     

    Stela Nau menandatangani kontrak kerja dengan PPIA pada acara konferensi pers di @america, Jakarta.
    Stela Nau menandatangani kontrak kerja dengan PPIA pada acara konferensi pers di @america, Jakarta.

    Proses Seleksi


    Tenggat waktu pendaftaran adalah 30 Desember. Dewan juri terdiri dari perwakilan PPIA dan VOA yang akan melakukan seleksi bertingkat terhadap para pelamar dan mengumumkan pemenang pada akhir Januari.


    Pemenang Fellowship dari Tahun ke Tahun

    Fellow yang terpilih untuk tahun 2008 adalah reporter Metro TV, Fauziah Erwin, dan Hanggapuri Anindita, pembawa acara Hard Rock FM. Sepulangnya ke Indonesia, Fauziah melanjutkan bekerja untuk Metro TV sebagai Kepala Biro Makassar, dan Hanggapuri menjadi Acting Program Director untuk Gen 98,7 FM Jakarta.

    Pemenang untuk tahun 2009 adalah Esther Samboh dan Juanita Wiraatmaja. Esther adalah lulusan Fakultas Komunikasi Pelita Harapan dengan pengalaman di media cetak, seperti The Jakarta Post, majalah Hai, Cosmo Girl dan Trax. Sementara Juanita adalah presenter dan reporter untuk program Liputan 6 SCTV.

    Pada tahun 2010, PPIA mendatangkan Nurina Asri Savitri dan Febriamy Hutapea. Nurina adalah reporter untuk MetroTV dan Febriamy adalah wartawan surat kabar berbahasa Inggris, The Jakarta Globe.

    Tahun 2011, tiga jurnalis muda, Kartika Octaviana dari SunTV, Dewi Astuti dari Bisnis Indonesia dan Mahatma Putra, pembuat dokumenter dan fotografer freelance.


    Dua jurnalis muda yang mendapat fellowship pada tahun 2012 adalah penyiar TraxFM Marsha Ryadi dan reporter Berita Satu Retno Lestari.

    Reporter Metro TV, Rafki Hidayat adalah jurnalis muda yang menerima fellowship pada tahun 2013, diikuti oleh Yurgen Alifia yang juga reporter dari Metro TV, sebagai penerima fellowship pada tahun tahun 2014.


    Tahun ini, Stela Nau, yang juga merupakan reporter muda Metro TV, sedang menjalani program fellowship di Washington D.C.


    Latar Belakang PPIA

    PPIA berdiri tahun 1959 dengan nama Lembaga Indonesia-Amerika (LIA). Tujuan utama organisasi nirlaba PPIA adalah untuk meningkatkan persahabatan antara warga Indonesia dan Amerika.


    Untuk Informasi Selengkapnya

    Lesly A.M. Kolopita, Executive Director PPIA
    MLI II Building, Lantai 2
    Jl. MT Haryono Kav 49
    Pancoran, Jakarta, DKI Jaya, 12770
    Tel: +62-21 7918 1148 dan +62-21 7918 1149

    Fax: +62-21 7918 1148


    Ikuti Kami

    Video & Foto Terbaru

    JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
    i
    || 0:00:00
    ...  
     
    X
    • Presiden AS Barack Obama dan Presiden Vietnam Tran Dai Quang memantau pasukan kehormatan di Istana Presiden di Hanoi, Vietnam (23/5). (EPA/Luong Thai Linh)
    • Presiden AS Barack Obama menghadiri konferensi pers bersama Presiden Vietnam Tran Dai Quang (23/5). (Reuters/Carlos Barria)
    • Presiden AS Barack Obama berbicara dengan Ketua Majelis Nasional Vietnam Nguyen Thi Kim Ngan di kompleks Istana Presiden di Hanoi, Vietnam (23/5). (AP/Carolyn Kaster)
    • Siswi-siswi Vietnam memegang bendera Vietnam dan Amerika dalam upacara penyambutan Presiden AS Barack Obama di Istana Presiden di Hanoi, Vietnam (23/5). (AP/Na Son Nguyen)
    • Presiden AS Barack Obama dan Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam Nguyen Phu Trong melakukan pembicaraan di bawah patung mendiang pemimpin revolusioner Vietnam, Ho Chi Minh, di Hanoi, Vietnam (23/5). 
    • Limosin yang membawa Presiden AS Barack Obama tiba di Istana Presiden Vietnam di Hanoi untuk upacara penyambutan (23/5). (Reuters/Kham)
    • Warga berkumpul di jalan menunggu iring-iringan kendaraan yang membawa Presiden AS Barack Obama melewati sebuah jalan di Hanoi, Vietnam (23/5).
    • Presiden AS Barack Obama berjabat tangan dengan warga lokal saat meninggalkan sebuah restoran yang menyajikan bun cha, makanan tradisional Vietnam yang terdiri dari mie dan babi panggang, di Hanoi, Vietnam (23/5). (Reuters/Carlos Barria)
    • Presiden AS Barack Obama berjabat tangan dengan warga lokal saat meninggalkan sebuah restoran tempat ia makan malam dengan koki dan pembawa acara televisi Anthony Bourdain di Hanoi, Vietnam (23/5). 
    Video

    Video Obama Tolak China Jadi Alasan Utama Penghapusan Embargo Senjata Vietnam

    Presiden Vietnam Tran Dai Quang memberikan kejutan dengan mengumumkan bahwa AS telah mencabut embargo senjata yang selama ini berlaku meski hubungan diplomatik Vietnam-AS telah pulih sejak pemerintahan Presiden Clinton tahun 1995. Apa alasan Presiden Obama mencabut embargo senjata terhadap Vietnam?
    Video

    Video Usaha Daur Ulang Sampah Milik Imigran di AS

    Seorang imigran asal Vietnam berhasil membangun usaha daur ulang sampah bernilai ratusan juta dolar di negara bagian California, AS. Kini sang pengusaha menggunakan keahlian dan visinya untuk berinvestasi di Vietnam dan sekaligus membantu menciptakan lingkungan yang bersih.
    Video

    Video Gugun Blues Shelter di New Orleans

    Tampil di pentas musik Amerika, bukanlah yang pertama bagi salah satu kelompok musik Blues terbaik Indonesia, Gugun Blues Shelter. Namun tampil di New Orleans, Louisiana, menjadi sebuah ujian bagi Gugun, Bowie dan Fajar, untuk dapat manggung sebaik mungkin di acara Festival “Wonderful Indonesia”.
    Video

    Video Kilas VOA 24 Mei 2016

    Militer Irak melancarkan ofensif untuk membebaskan Fallujah. ISIS mengklaim serangan ke kota-kota pelabuhan Suriah. Capres kanan kalah tipis dalam Pilpres Austria. Pemulihan dialog Vatikan-Masjid al-Azhar.
     Aktivitas di Facebook