Jumat, 21 Nopember 2014 Waktu UTC: 23:52

Podcast

Langganan podcast VOA gratis
VOA menawarkan tiga cara berlangganan podcast yang dapat Anda mainkan kapan saja dengan gadget portabel dan komputer Anda:

1. iTunes: Bila iTunes terpasang di komputer Anda, klik icon iTunes di bawah deskripsi program dan ikuti petunjuk untuk berlangganan di iTunes.


2. MyYahoo: Bila Anda punya account Yahoo, Anda dapat berlangganan menggunakan MyYahoo. Klik icon MyYahoo di bawah deskripsi program dan ikuti petunjuk untuk berlangganan di MyYahoo.

3. RSS: Bila Anda tak punya iTunes ataupun Yahoo, Anda dapat menggunakan program reader podcast atau RSS untuk berlangganan. Kopi link untuk berlangganan yang terdaftar di bawah deskripsi program untuk berlangganan dengan program reader podcast atau RSS.


Untuk menonton atau mendengarkan tanpa berlangganan:
Anda dapat menonton atau mendengar podcast langsung dari halaman ini. Klik tombol "Tonton" atau "Dengar" di bawah deskripsi program.

‪Laporan VOA‬

 

Ikuti berita-berita harian ekonomi terkini dari AS himpunan tim VOA di Washington dalam program Market Review setiap Senin hingga Jumat di Metro TV.

LanggananGoogle readeriTunes

‪Dunia Kita‬

Acara majalah feature 30 menit ini menghadirkan berbagai kisah dari mancanegara, dan juga liputan mengenai kegiatan warga Indonesia di AS. Ariadne Budianto dan Kartika Octaviana membawakan acara yang ditayangkan di Metro TV setiap Rabu, jam 13:30 WIB.

LanggananGoogle readeriTunes

Warung VOA

 

Dengan gaya santai dalam bahasa Jawa, Cak Supri dan Ning Nadia mengajak Anda mengobrol berbagai topik sosial dan budaya, sambil belajar Bahasa Inggris dengan penutur asli bahasa Inggris. Ada juga Cak Nova yang menjawab berbagai pertanyaan tentang Amerika.

LanggananGoogle readeriTunes

‪Siaran Pagi

Sebuah program informatif selama 150 menit. Menghidangkan beragam topik yang menarik seputar berita internasional dan nasional, tajuk rencana, bisnis dan keuangan, olah raga, musik dan tips-tips pengembangan pribadi.

LanggananGoogle readeriTunes

Siaran Petang‬

 

Selain padat dengan informasi, program ini sepanjang minggu menyuguhkan acara yang bernuansa interaktif dan penuh hiburan. Program-program kami menyajikan laporan yang menarik bagi semua kelompok pendengar, baik muda maupun lanjut usia. Kami menyajikan berbagai liputan termasuk mengenai politik, ekonomi, pendidikan, sains dan teknologi, Islam dan seputar Amerika. Ada pula acara musik lewat suguhan The Top Ten Show, music jazz dan country.

LanggananGoogle readeriTunes

‪VOA Headline News‬

Simak berita terkini setiap 30 menit langsung dari Washington dalam Headline News, bersama para penyiar VOA yang setia menghadirkan perkembangan terakhir berita-berita internasional.

LanggananGoogle readeriTunes

Kilas VOA

VOA menghadirkan 60 detik kilasan berita mancanegara terkini yang dirangkum setiap pagi. Kilas VOA dapat disimak di situs VOA dan berbagai stasiun televisi di tanah air dan website populer Kompas.com.

LanggananGoogle readeriTunes

Apa Kabar Amerika

Patsy Widakuswara dan Supri Yono hadir setiap minggu dengan perkembangan terakhir dari AS dalam bentuk obrolan santai namun penuh analisa tajam. Acara ini disiarkan dalam acara Apa Kabar Indonesia di TVOne

LanggananGoogle readeriTunes


Ikuti Kami

Video & Foto Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
i
|| 0:00:00
...  
🔇
X
  • Sejumlah mahasiswa mengenakan topeng Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dengan hidung panjang sebagai protes terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di luar istana Presiden Jakarta. Jokowi mengumumkan peningkatan tajam BBM pada hari Senin, dengan mengatakan subsidi pemerintah yang besar akan lebih baik digunakan untuk infrastruktur dan pembangunan.

     
  • Truk-truk pengangkut salju menunggu untuk membongkar salju yang dikumpulkan dari beberapa wilayah setelah terjadi badai salju berat, di Terminal Pusat di Buffalo, New York. Salju tebal yang juga menutup jalanan itu akhirnya berhenti pada hari Jumat.

     
  • Orang-orang ambil bagian dalam unjuk rasa di pusat Kyiv, Ukraina. Warga Ukraina menandai ulang tahun pertama unjuk rasa massal pro Uni Eropa yang menyebabkan perubahan dalam kepemimpinan negara itu dan membawa Ukraina lebih dekat ke Uni Eropa.

     
  • Para biarawati dan imam Katholik Myanmar memegang lilin saat berkumpul merayakan 500 tahun Jubile keberadaan Gereja Katolik di Myanmar, di Yangon.

     
  • Para pendukung Tim Piala Davis Perancis membentangkan bendera raksasa sementara mereka meneriakkan yel-yel dukungan kepada pemain Perancis Gael Monfils dalam pertandingan tenis  final SinglePiala Davis melawan Petenis Swiss Roger Federer di Stadion Pierre-Mauroy di Villeneuve d'Ascq, dekat Lille.

     
  • Orang-orang mengambil foto roket Rusia Soyuz-FG dengan kapsul ruang angkasa Soyuz TMA - 15M yang akan membawa kru baru ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), pada landasan luncur di Kosmodrom Baykonur yang disewa Rusia, di Kazakhstan. Dijadualkan Misi Soyuz baru itu dimulai pada hari Senin.

     
  • Pendukung calon Presiden Tunisia, Beji Caid Essebsi (seperti terlihat di potret), meneriakkan slogan-slogan dan melambaikan bendera-bendera di Bourguiba Avenue di ibukota Tunis, dalam sebuah kampanye pemilihan presiden mengawali pemilu yang diadakan pada 23 November.

     
  • Orang-orang berjalan di bawah tiang lampu yang berubah menjadi payung kuning di dekat wilayah utama lokasi protes di distrik pemerintahan di Hong Kong. Para pengunjuk rasa pro-demokrasi berada di persimpangan dengan berkurangnya dukungan publik setelah hampir dua bulan terjadi kerusuhan di jalan.

     
  • Lentera-lentera minyak yang dipersembahkan oleh warga tampak menerangi Sungai Bagmati dan mengalir melalui Kuil Pashupatinath, dalam festival Bala Caturdasi, di Kathmandu, Nepal. Festival ini dirayakan dengan menyalakan lentera dan menaburkan tujuh jenis biji-bijian yang dikenal sebagai 'sat biu' sebagai penghormatan terhadap para leluhur.

     
  • Orang-orang bersepeda sepanjang jalan dalam tur bersepeda untuk mempromosikan sepeda sebagai sarana transportasi yang ramah lingkungan, di Damaskus, Suriah.
  • Seorang pengunjung terlihat melalui dekorasi Natal saat ia mengambil foto menggunakan telepon genggamnya di sebuah pusat perbelanjaan di Kuala Lumpur, Malaysia. Semangat Natal sangat terasa di Malaysia, negara yang mayoritas penduduknya adalah Muslim, di mana pusat perbelanjaan memasang dekorasi untuk membantu meningkatkan penjualan akhir tahun.

     
  • Kabut tebal menggantung di atas pelabuhan Husum, Jerman Utara. Perkiraan cuaca meramalkan turunnya hujan di hari-hari mendatang.

     
  • Nelayan Estelito Marijuan, 58 tahun, mengatur ikan-ikan kering di Teluk Manila, Filipina. Hari Perikanan Sedunia dirayakan setiap tanggal 21 November dan diperingati untuk memberikan perhatian pada penangkapan ikan secara berlebihan, perusakan habitat dan  ancaman serius lainnya terhadap kelestarian sumber daya laut dan air tawar.

     
  • Dekorasi-dekorasi  Natal diabadikan di depan menara televisi di Berlin, Jerman.

     
  • Foto dari udara pemandangan pantai Vermelha, di Rio de Janeiro, Brasil.

     
Galeri Foto

Galeri Foto 21 November 2014

Video

Video Tantangan Pertahankan Nasionalisme di Tanah Rantau

Kesempatan merantau membuat sebagian warga asal Indonesia tidak ingin lagi kembali ke tanah air. Tapi apakah menetap di luar negeri identik dengan tergerusnya rasa nasionalisme dan cinta tanah air? itulah yang dibahas dalam sebuah diskusi masyarakat Indonesia di Washington DC akhir pekan lalu.
Video

Video Impian Bermain Papan Selancar Terbang Menjadi Kenyataan

Film ‘Back to the Future’ buatan akhir 1980-an banyak menampilkan teknologi masa depan yang ternyata menjadi kenyataan, seperti TV layar datar dan video call. Tetapi satu yang masih ditunggu-tunggu keberadaannya adalah papan seluncur terbang atau hoverboard yang baru-baru ini menjadi kenyataan.
Video

Video Inkubator Tiup Berbiaya Rendah Bisa Selamatkan Banyak Bayi Prematur

Sekitar satu juta bayi di seluruh dunia meninggal setiap tahun karena komplikasi akibat kelahiran prematur. Meski banyak yang bisa diselamatkan dengan inkubator, namun harganya mahal dan kadang tak tersedia di negara berkembang. Seorang mahasiswa Inggris merancang inkubator tiup berbiaya rendah.
 Aktivitas di Facebook