Rabu, 17 September 2014 Waktu UTC: 01:30

Berita / Dunia / Timur Tengah

Penduduk Gaza Turun ke Jalan Pasca Berlakunya Gencatan Senjata

Berbicara di Kairo, pemimpin Hamas Khaled Meshaai mengatakan Israel telah menyetujui persyaratan Hamas untuk gencatan senjata itu, Rabu (21/11).

Pasca konflik yang telah berlangsung selama delapan hari, Warga Palestina berhamburan ke jalan untuk merayakan gencatan senjata Israel-Hamas di Gaza (21/11).
Pasca konflik yang telah berlangsung selama delapan hari, Warga Palestina berhamburan ke jalan untuk merayakan gencatan senjata Israel-Hamas di Gaza (21/11).
Gencatan senjata dalam permusuhan Israel-Gaza yang diperantarai Mesir mulai berlaku Rabu malam, tetapi sebelum itu tembak-menembak pada menit terakhir terjadi antara pasukan Israel dan militan Hamas yang memerintah daerah kantong Palestina itu.

Penduduk Gaza membanjir ke jalan-jalan setelah gencatan senjata mulai  dan tembakan-tembakan perayaan kedengaran. Wartawan VOA Scott Bobb melaporkan dari Kota Gaza bahwa serangan udara Israel tampaknya telah berhenti.

Menteri Luar Negeri Mesir Mohammed Kamel Amr  mengumumkan gencatan senjata itu di Kairo didampingi Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton, kurang dari dua jam sebelum pemberlakuan gencatan senjata pukul 9 malam dimulai.

Persyaratan gencatan senjata itu juga mengharuskan kedua pihak menghentikan permusuhan dan membuka daerah perbatasan dari Gaza untuk arus barang dan manusia. Akan ada masa 24 jam untuk pelaksanakaan gencatan senjata. Mesir akan mengawasi pelanggaran oleh kedua belah pihak.

Persetujuan itu dicapai setelah diplomasi bolak-balik yang melibatkan Clinton dan Sekjen PBB Ban Ki-moon. Clinton menyebut gencatan senjata itu merupakan saat penting bagi kawasan tersebut. Clinton juga memuji  pemerintah baru Mesir  karena memegang peran kunci dalam usaha tersebut dan berjanji akan bekerjasama dengan Washington untuk memastikan gencatan senjata bertahan.

Berbicara di Kairo, pemimpin Hamas Khaled Meshaai mengatakan Israel telah menyetujui persyaratan Hamas untuk gencatan senjata itu. Ia menyebut serangan udara Israel merupakan suatu petualangan yang gagal.

Di Yerusalem, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengucapkan terima kasih kepada Clinton dan Presiden Amerika Barack Obama atas upaya mereka dan mengatakan Israel akan memperjuangkan gencatan senjata yang lama dan dapat dipertahankan. Namun ia menyatakan lagi bahwa Israel akan melakukan apa yang harus dilakukannya untuk membela rakyatnya.

Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak juga mengatakan Israel telah mencapai sebagian besar tujuannya, menghancurkan roket, tempat peluncuran dan lubang perlindungan Hamas. Ia juga mengatakan sistem pertahanan Iron Dome Israel telah menghancurkan lebih dari 500 roket yang ditembakkan ke Israel dari Gaza.

Pernyataan Gedung Putih mengatakan Presiden Obama memuji Perdana Menteri Israel dan mengungkapkan sekali lagi hak Israel untuk membela diri.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook