Sabtu, 25 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 11:41

Berita / Dunia / Timur Tengah

Vonis Kasus Sepakbola di Mesir Picu Kerusuhan, 30 Tewas

Bentrokan pecah Sabtu (26/1) setelah pengadilan Mesir memvonis hukuman mati kepada 20 orang lebih dalam kasus kerusuhan sepakbola maut yang terjadi Port Said tahun lalu.

Para keluarga korban kerusuhan sepakbola maut bergembira atas keputusan pengadilan menghukum mati 21 pelaku kerusuhan (26/1). Namun ini memicu bentrokan yang menewaskan 30 orang.
Para keluarga korban kerusuhan sepakbola maut bergembira atas keputusan pengadilan menghukum mati 21 pelaku kerusuhan (26/1). Namun ini memicu bentrokan yang menewaskan 30 orang.

Berita Terkait

UKURAN HURUF - +
Pejabat-pejabat Mesir mengatakan setidaknya 30 orang tewas hari Sabtu di luar penjara di Port Said setelah pengadilan memvonis hukuman mati kepada lebih dari 20 orang dalam kasus kerusuhan sepakbola yang paling banyak menelan korban jiwa di negara itu.

Bentrokan pecah hari Sabtu antara keluarga orang-orang yang dihukum mati dan polisi yang menjaga penjara di mana para terdakwa ditahan.  Sejumlah orang dilaporkan cedera dalam bentrokan tersebut.

Polisi militer dikerahkan ke jalan-jalan untuk memulihkan keamanan.

Sebelumnya, pengadilan di Kairo menjatuhkan hukuman mati kepada 21 orang yang dituduh terlibat kekerasan dalam pertandingan sepakbola tahun lalu di Port Said yang menewaskan 74 orang.

Keluarga korban tewas menangis dalam pengadilan itu mendengar keputusan tersebut dan berteriak “Allahu Akbar”. Hakim membacakan nama-nama ke-21 terdakwa hari Sabtu. Vonis untuk 52 terdakwa lain dalam kasus itu akan diumumkan 9 Maret nanti.

Menjadi kebiasaan di Mesir, hukuman mati akan diajukan ke pihak berwenang tertinggi urusan agama, Mufti Besar, untuk mendapat persetujuan.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Google Glass Picu Kontroversi - VOA untuk Dunia Tekno

Tak ada yang menandingi kecanggihan kacamata Google, yang menghadirkan fungsi ponsel pintar langsung di depan mata Anda. Google Glass, nama kacamata baru Google tersebut, memang belum tersedia luas, tapi sudah menimbulkan berbagai isu seputar etika dan hak privasi. Selengkapnya berikut liputan reporter VOA Ade Astuti.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang laki-laki Irak memakai topeng logam yang biasa digunakan sebagai perangkat penyiksaan pada masa kepemimpinan rezim terguling Saddam Hussein di monumen Shaheed di Baghdad, Irak.
  • Umat Budha membawa lilin-lilin, membentuk lautan api, mengelilingi sebuah patung Budha besar pada hari Raya Waisak, untuk memperangati kelahiran, pencerahan dan wafatnya Sang Budha di kuil di Provinsi Nakhon Pathom di pinggiran kota Bangkok.
  • Dua anak laki-laki bermain kriket di pantai Marina di kota selatan India, Chennai.
  • Sebagian runtuhan jembatan Interstate 5 di Sungai Skagit di Mount Vernon, Washington.
  • Salju menutupi sebuah bangku di Brocken, di pegunungan Harz dekat Schierke, Jerman.
  • Para tentara memberikan penghormatan saat terdengar bunyi alunan terompet mengiringi sebuah pemakaman militer di dekatnya, saat mereka menaruh bendera di makam-makam di Taman Makam Pahlawan Nasional di Arlington, Virginia, 24 Mei 2013.
  • Seorang pengemudi rickshaw, semacam becak di India, tidur di rickshawnya pada suatu siang yang terik di New Delhi, India.
  • Para murid sekolah menengah yang baru lulus melepaskan kegembiraan mereka di air mancur seraya merayakan hari terakhir sekolah di Kiev.
Lainnya