Sabtu, 25 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 22:48

Berita / AS

VOA Bantah Tuduhan Tiongkok Terkait Bakar Diri Tibet

Voice of Amerika, VOA, telah membantah tuduhan Tiongkok yang menyiratkan bahwa media Amerika ikut mendorong pemrotes Tibet untuk membakar diri.

Direktur VOA David Ensor menyebut tuduhan Tiongkok atas keterlibatan VOA mendorong pemrotes Tibet untuk membakar diri sebagai tuduhan aneh dan sama sekali tidak benar (Foto: dok).
Direktur VOA David Ensor menyebut tuduhan Tiongkok atas keterlibatan VOA mendorong pemrotes Tibet untuk membakar diri sebagai tuduhan aneh dan sama sekali tidak benar (Foto: dok).
UKURAN HURUF - +
Tuduhan tersebut dilontarkan oleh suratkabar resmi “China Daily” dan oleh televisi pemerintah Tiongkok.  Mereka juga menuduh VOA menggunakan kode rahasia yang tidak dijelaskan untuk mengirim pesan kepada orang di dalam wilayah Tibet  dengan pengarahan dari pemimpin kerohanian Tibet, Dalai Lama.

Direktur VOA David Ensor menyebut tuduhan itu aneh dan sama sekali tidak benar. Ia menyerukan kepada media Tiongkok agar menarik kembali tuduhan mereka.

Baik siaran bahasa Inggris maupun program bahasa Tibet VOA telah menyediakan liputan luas mengenai hampir 100 warga Tibet yang telah membakar diri sejak tahun 2009 untuk memrotes penindasan Tiongkok yang dituduhkan di daerah mereka.
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar-komentar
     
oleh: sealth dari: blablabla
08.02.2013 13:10
sudah jadi rahasia umum amerika selalu mendukung pihak yang memberi keuntungan buat kepentingan amerika dan menentang buat yang merugikan kepentingan amerika

 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Google Glass Picu Kontroversi - VOA untuk Dunia Tekno

Tak ada yang menandingi kecanggihan kacamata Google, yang menghadirkan fungsi ponsel pintar langsung di depan mata Anda. Google Glass, nama kacamata baru Google tersebut, memang belum tersedia luas, tapi sudah menimbulkan berbagai isu seputar etika dan hak privasi. Selengkapnya berikut liputan reporter VOA Ade Astuti.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang laki-laki Irak memakai topeng logam yang biasa digunakan sebagai perangkat penyiksaan pada masa kepemimpinan rezim terguling Saddam Hussein di monumen Shaheed di Baghdad, Irak.
  • Umat Budha membawa lilin-lilin, membentuk lautan api, mengelilingi sebuah patung Budha besar pada hari Raya Waisak, untuk memperangati kelahiran, pencerahan dan wafatnya Sang Budha di kuil di Provinsi Nakhon Pathom di pinggiran kota Bangkok.
  • Dua anak laki-laki bermain kriket di pantai Marina di kota selatan India, Chennai.
  • Sebagian runtuhan jembatan Interstate 5 di Sungai Skagit di Mount Vernon, Washington.
  • Salju menutupi sebuah bangku di Brocken, di pegunungan Harz dekat Schierke, Jerman.
  • Para tentara memberikan penghormatan saat terdengar bunyi alunan terompet mengiringi sebuah pemakaman militer di dekatnya, saat mereka menaruh bendera di makam-makam di Taman Makam Pahlawan Nasional di Arlington, Virginia, 24 Mei 2013.
  • Seorang pengemudi rickshaw, semacam becak di India, tidur di rickshawnya pada suatu siang yang terik di New Delhi, India.
  • Para murid sekolah menengah yang baru lulus melepaskan kegembiraan mereka di air mancur seraya merayakan hari terakhir sekolah di Kiev.
Lainnya