Senin, 01 September 2014 Waktu UTC: 23:25

Tingkat Perburuan Badak Liar di Afrika Selatan Mengkhawatirkan

Perburuan badak liar mencapai tingkat yang mengkhawatirkan di Afrika Selatan, di mana terdapat hampir tiga perempat populasi spesies langka ini.

Perburuan badak untuk diambil culanya di Afrika Selatan mencapai tingkat yang mengkhawatirkan (foto: dok).
Perburuan badak untuk diambil culanya di Afrika Selatan mencapai tingkat yang mengkhawatirkan (foto: dok).
Darren Taylor

Anggota kelompok perlindungan Alan Weyer mengatakan ia tidak akan pernah lupa hari ketika seorang petugas kehutanan memintanya agar pergi ke lahan yang baru dibuka di wilayah suaka. Di sana, ia melihat seekor badak gemetaran.

“Badak ini ditembak dengan senapan bius, culanya dicabut, tetapi ia tidak mati. Badak itu berdiri dan berputar-putar, separuh mukanya hilang. Betul-betul mengerikan,” papar Weyer.

Badak yang dimutilasi di suaka tempat Weyer bekerja itu merupakan salah satu dari lebih dari 400 binatang sangat langka yang dibunuh pemburu di Afrika Selatan tahun 2011.

Tom Milliken dari Traffic International telah memantau perdagangan global produk-produk satwa liar dalam 30 tahun terakhir. Ia mengatakan peningkatan perburuan badak yang tiba-tiba terutama disebabkan semakin tumbuhnya kepercayaan di Asia bahwa cula badak bisa menyembuhkan kanker.

“Jika orang menjual obat penyambung nyawa, orang bisa minta harga tinggi dan saya yakin itulah yang terjadi,” ujar Miliken.

Para ilmuwan mengatakan cula badak tidak bisa menyembuhkan penyakit apapun. Cula terdiri dari protein yang sama yang membentuk rambut dan kuku.

Tetapi sebagian orang Asia tetap membelinya sebagai obat.

Yayasan Badak Internasional mengatakan harga cula badak saat ini sekitar 57.000 dolar per kilogram, lebih mahal dari emas. Berat satu cula bisa lebih dari lima kilogram.

Anggota kelompok perlindungan Afrika Selatan Iain Stewart mengatakan, beberapa tahun lalu para pemburu badak “sangat primitif.” Mereka menyelinap ke suaka margasatwa dan berusaha menembak badak dengan senjata api. Seringkali, ujar Stewart, mereka hanya melukai binatang-binatang itu, atau tidak berhasil menangkapnya sama sekali.

Tetapi sekarang, ujarnya, para pemburu itu tidak pernah gagal membunuh sasaran mereka.

“Sekarang mereka tidak menembak badak dengan peluru tajam; mereka menembak badak dengan obat bius yang disebut M99 dalam dosis berlebih sampai badak itu mati. Obat itu bisa diperoleh dengan resep dalam tujuh hari, jadi ada dokter atau  dokter hewan yang terlibat,” ungkap Stewart.

Para pemburu sekarang menggunakan peralatan militer untuk membantu mereka memburu badak secara lebih efisien. Mereka menggunakan senapan kaliber besar dan alat penglihatan untuk malam hari dan teknologi pencari sumber panas untuk mengikuti jejak dan membunuh badak pada malam hari.

Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda