Kamis, 31 Juli 2014 Waktu UTC: 07:23

Berita / Iptek / Sains

Thomas Alva Edison: Penemu Bola Lampu dan Peneliti yang Produktif

Penemu bola lampu Thomas Alva Edison ternyata memiliki kegemaran berkebun yang lebih dari sekedar hobi, dan pernah mencoba membuat karet sintetis dari bunga.

Laboratorium Thomas Alva Edison di Fort Myers, negara bagian Florida - tempat ia mencoba membuat karet sintetis dari bunga (Carol M. Highsmith).
Laboratorium Thomas Alva Edison di Fort Myers, negara bagian Florida - tempat ia mencoba membuat karet sintetis dari bunga (Carol M. Highsmith).
Ted Landphair
Pada peralihan abad 19 menuju abad 20, penemu asal Amerika Serikat yang sangat produktif sekaligus juga pengusaha, Thomas Alva Edison, mengembangkan alat-alat yang mengubah industri, komunikasi dan kehidupan sehari-hari, dari mulai bola lampu listrik sampai kamera gambar bergerak.

Edison menyempurnakan sebagian besar hasil penemuannya itu di laboratoriumnya di Menlo Park, New Jersey. Namun dia juga sering menyibukkan diri di rumah musim dinginnya di Fort Myers, Florida, di mana karya-karyanya mengalami perkembangan-perkembangan yang menarik.

Thomas Edison, Pencinta Tumbuhan

Sekarang ini, Fort Myers adalah kawasan cantik berharga mahal. Namun pada 1885 saat Edison jatuh cinta pada daerah ini, Fort Myers hanya sebuah kota peternakan sapi di Teluk Meksiko. Penduduknya 200 orang, sementara ternak mencapai beberapa ribu jumlahnya.


Fort Myers, Florida, tempat Thomas Edison membangun rumah musim dingin. (Carol M. Highsmith)Fort Myers, Florida, tempat Thomas Edison membangun rumah musim dingin. (Carol M. Highsmith)
x
Fort Myers, Florida, tempat Thomas Edison membangun rumah musim dingin. (Carol M. Highsmith)
Fort Myers, Florida, tempat Thomas Edison membangun rumah musim dingin. (Carol M. Highsmith)
Bertahun-tahun kemudian, Edison menjalin persahabatan dengan taipan otomotif Henry Ford, yang sering berkunjung ke rumah musim dingin Edison dan akhirnya membeli rumah di seberang jalan.

Saat ini, kedua rumah tersebut menjadi bagian dari kompleks museum yang sama. Edison, Ford dan eksekutif industri ban Harvey Firestone kemudian membangun laboratorium di rumah Edison di Fort Myers.

Tidak seperti lab di Menlo Park, lab di Fort Myers hanya menyimpan sedikit mesin, peralatan dan pita mesin, namun memiliki banyak sekali tabung reaksi dan berpinggan-pinggan bunga. Thomas Edison, sang pionir kelistrikan, sedang bereksperimen dengan bunga goldenrod.

Pada saat itu, ban mobil dibuat dari karet yang diimpor dari Afrika. Pengiriman tersebut dimonopoli oleh satu perusahaan sehingga Firestone dan Ford meminta Edison untuk menciptakan sesuatu yang bisa menggantikan karet dan dapat dibuat di Amerika Serikat.

Edison sedang berusaha menyempurnakan bahan yang mirip karet dan dibuat dari goldenrod ketika ia meninggal pada 1931. Di kemudian hari, orang lain kemudian mengembangkan karet sintetis yang dibuat dari senyawa-senyawa kimia. 


Pohon beringin milik Thomas Edison tampak seperti pohon di film hantu. (Carol M. Highsmith)Pohon beringin milik Thomas Edison tampak seperti pohon di film hantu. (Carol M. Highsmith)
x
Pohon beringin milik Thomas Edison tampak seperti pohon di film hantu. (Carol M. Highsmith)
Pohon beringin milik Thomas Edison tampak seperti pohon di film hantu. (Carol M. Highsmith)
Anda tidak akan melihat percikan listrik di laboratorium Edison di Florida. Namun Anda dapat melihat bukti-bukti penelitian goldenrod, dan tepat di luar rumah, ada pohon beringin besar yang ukurannya menyamai rumah. Harvey Firestone membawakan Edison pohon yang sekarang memiliki batang dan akar yang saling terkait ini dari Kalkuta, India, pada 1925.

Thomas Edison kemudian jatuh cinta pada tumbuhan – goldenrod, beringin dan pohon palem. Ia menyumbangkan banyak bibit palem untuk Fort Myers untuk ditanam di sepanjang jalan utama. Sekarang ini, pohon-pohon tersebut membentuk kanopi indah yang menjadi ciri khas Fort Myers.
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar-komentar
     
oleh: DeNurRo dari: Bandung
13.07.2012 02:58
Biasanya kita meyakini bahwa Thomas A Edison menemukan bola lampu pijar pada 1879. Hal tersebut tidaklah benar. Pada 1860, seorang ilmuwan Inggris Joseph Swan memperoleh hak paten U.K. (United Kingdom) untuk lampu pijar filamen-karbon yang beroperasi dalam tekanan vakum. Swan menerima hak paten lain dari U.K. pada 1878 untuk lampu pijar filamen karbon yang beroperasi dalam vakum yang disempurnakan. Di Amerika Serikat, Edison mengerjakan salinan-salinan asli hak paten 1860 Swan. Dia mendirikan Edison Electric Light Company pada 1878 dan mematenkan pada 1879 sebuah versi yang lebih efisien dari penemuan Swan. Swan menggugat Edison atas pelanggaran hak paten dan Swan menang. Pada 1881, Swan mulai menjalankan perusahaannya, Swan Electric Light Company, dan mulai memasarkan produk bola lampu pijar. Pada 1883, Edison dan Swan bergabung, dan mendirikan Edison and Swan United Electric Light Company, biasa dikenal dengan nama Ediswan. Perusahaan gabungan tersebut menjual lampu-lampu pijar yang dikembangkan Swan pada 1881. Jadi, Swan adalah penemu bola lampu pijar, tetapi Edison menjadi orang yang lebih banyak mempopulerkan dan mengembangkan bola lampu pijar.

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook